LANGKAT, BerswaraFakta.com Perjuangan Joko Peramono, seorang pembibit ikan paten di Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, menjadi gambaran ketekunan pelaku usaha mikro yang bertahan secara mandiri selama puluhan tahun.Senin.07 September 2026.
Pria berusia sekitar 50-an tahun itu mengaku telah menekuni usaha pembibitan ikan paten sejak tahun 2000. Selama menjalankan usahanya, Joko menyebut seluruh modal dan kebutuhan operasional dipenuhi dari dana pribadi.
Menurut Joko, hingga kini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan maupun program pemberdayaan dari Pemerintah Kabupaten Langkat untuk mendukung pengembangan usaha pembibitan yang digelutinya.
Ia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat.
Memiliki Sertifikat Pembibit
Joko mengatakan, usaha pembibitan ikan yang dijalankannya bukan sekadar pekerjaan sampingan. Usaha tersebut telah menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarganya.
Ia juga mengaku telah memiliki sertifikat sebagai pembibit ikan paten. Namun, menurutnya, legalitas dan sertifikasi tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan yang dihadapi, terutama dalam hal pemasaran dan distribusi bibit.
“Selama ini saya berjuang sendiri. Dari membeli induk, merawat benih, hingga memasarkan, semua pakai uang sendiri. Saya tidak pernah minta-minta, tapi setidaknya jika ada perhatian dari pemerintah, proses pemasaran akan lebih mudah,” ujar Joko.
Persoalan pemasaran menjadi salah satu kendala yang ingin segera dicarikan solusi. Joko berharap pemerintah tidak hanya melihat aspek produksi, tetapi juga membantu membuka akses pasar bagi pembibit lokal.
Berharap Dinas Perikanan Turun ke Lapangan
Joko berharap Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat dapat turun langsung melihat kondisi usaha pembibitan miliknya di Desa Kwala Air Hitam.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan serta potensi usaha yang telah dijalankannya selama lebih dari dua dekade.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak harus selalu berupa bantuan modal. Fasilitasi pemasaran, akses jaringan pembeli, pendampingan teknis, maupun peluang kemitraan juga dinilai sangat berarti bagi keberlangsungan usahanya.
“Saya hanya ingin bermitra. Bibit saya sudah bersertifikat dan berkualitas. Jika Dinas Perikanan bisa membantu memasarkan atau menghubungkan saya dengan pembeli skala besar, itu sudah sangat membantu ekonomi keluarga saya dan warga sekitar,” katanya.
Ingin Menjadi Mitra Program Pemerintah
Joko menyatakan siap jika diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu pemasok bibit ikan bagi program pemerintah maupun kebutuhan pembudidaya ikan di wilayah lain.
Ia berharap kualitas bibit yang dihasilkan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk membangun pola kemitraan dengan pelaku usaha pembibitan lokal.
Menurutnya, pola kemitraan semacam itu tidak hanya membantu dirinya mengembangkan usaha, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Di sisi lain, Joko menilai komunikasi antara pelaku usaha dengan pemerintah desa juga perlu diperkuat. Ia berharap pemerintah desa dapat lebih aktif menyampaikan informasi mengenai program pemberdayaan maupun peluang pengembangan usaha yang tersedia.
Keluhan tersebut menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti melalui klarifikasi dan langkah konkret dari pihak terkait. Pemerintah desa maupun Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai program bantuan, pendampingan, serta peluang kemitraan yang dapat diakses pelaku usaha pembibitan ikan seperti Joko.
Bagi Joko, setelah lebih dari 20 tahun bertahan dengan modal sendiri, yang ia harapkan kini bukan sekadar bantuan, melainkan kesempatan untuk berkembang melalui kemitraan dan akses pasar yang lebih luas.
Ponijan
BerswaraFakta.com






