Pesawaran, Berswarafakta.com Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-121 Desa Bagelen sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Bagelen menggelar kirab budaya yang berlangsung meriah pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta dan masyarakat.
Kirab budaya secara resmi dilepas oleh Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd. Peserta berasal dari Dusun I hingga Dusun V dengan menampilkan beragam pakaian adat serta kesenian dari berbagai daerah di Nusantara.

Seluruh perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, dan warga turut ambil bagian dalam memeriahkan peringatan hari jadi desa tersebut.
Peringatan HUT ke-121 Desa Bagelen memiliki makna historis yang mendalam. Desa Bagelen dikenal sebagai lokasi kolonisasi atau transmigrasi pertama di Indonesia yang dimulai pada tahun 1905, ketika masyarakat dari Pulau Jawa dipindahkan ke Pulau Sumatra, khususnya wilayah Lampung. Sejarah tersebut menjadi warisan berharga yang patut dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd., mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-121 sebagai sarana mempererat persatuan dan semangat gotong royong.
“Kirab budaya ini bukan hanya sekadar perayaan hari jadi desa, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah membangun Desa Bagelen. Mari kita jaga persatuan, lestarikan budaya, dan bersama-sama membangun desa agar semakin maju, aman, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarwarga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan para leluhur.
Kirab mengambil rute dari Balai Desa Bagelen, melintasi Jalan Ahmad Yani menuju Simpang Polsek Gedong Tataan, kemudian berlanjut ke Dusun V dan berakhir di Lapangan Lebak Bulus, Desa Bagelen. Sepanjang perjalanan, masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan para peserta.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, kirab mendapat pengawalan dari personel Polsek Gedong Tataan bersama Babinsa Peltu Agus Elian Efendi dan Bhabinkamtibmas Bripka Imam Santoso. Berkat sinergi seluruh pihak, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Usai kirab budaya, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional kuda lumping dari Desa Bagelen yang disambut antusias oleh masyarakat hingga acara berakhir.
(Endarsyah)






