Suka Makmue, Berswarafakta.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menggelar Nagan Raya Fair 2026 sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Juli 2026 di Alun-Alun Suka Makmue itu resmi dibuka pada Minggu (19/7/2026) malam.
Pembukaan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd.

Prosesi pembukaan ditandai dengan peletakan tangan pada perangkat LED berbentuk trapesium oleh Dirjen Perumahan Perdesaan bersama Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Wakil Bupati Raja Sayang, serta sejumlah pejabat lainnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol sebagai tanda dimulainya Nagan Raya Fair 2026.
Suasana semakin semarak dengan penampilan tari kolosal “Tanoh Giok Meusyeuhu” yang dibawakan Sanggar Gebrina Makmur SMP Negeri 1 Darul Makmur sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Kabupaten Nagan Raya.
Dalam sambutannya, Imran menyampaikan bahwa Kabupaten Nagan Raya memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
“Potensi tersebut harus terus dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu terus memperkuat iklim investasi, memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun infrastruktur, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
“Pembangunan harus memberikan manfaat nyata melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, pengurangan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Imran juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, pengembangan ekonomi daerah, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Atas nama Menteri Dalam Negeri, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Nagan Raya, Forkopimda, panitia penyelenggara, dunia usaha, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Nagan Raya Fair 2026,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kebanggaan terhadap daerah, memperkenalkan potensi lokal, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta mempererat persatuan.
“Mari jadikan usia ke-24 Kabupaten Nagan Raya sebagai momentum untuk melangkah lebih cepat,” tutup Imran.
Sementara itu, Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK, mengatakan peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempertegas arah pembangunan daerah.
“Hari ini bukan sekadar perayaan hari jadi daerah. Hari ini adalah momentum untuk meneguhkan arah masa depan Kabupaten Nagan Raya. Dua puluh empat tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Banyak kemajuan telah kita raih, namun tantangan yang kita hadapi juga semakin besar,” ujar TRK.
Menurutnya, tema “Nagan Raya Gerbang Investasi Aceh” dipilih sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mendorong masuknya investasi yang mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya, terutama bagi generasi muda.
“Hati kita tentu merasa miris ketika melihat begitu banyak anak-anak kita yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, bahkan telah menjadi sarjana, tetapi masih bingung mencari pekerjaan,” katanya.
TRK menambahkan, investasi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita tidak mungkin selamanya bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi dunia dapat berubah sewaktu-waktu. Bencana alam, gejolak ekonomi global, maupun kebijakan efisiensi anggaran dapat memengaruhi keuangan negara. Karena itu, kita harus memperkuat kemampuan daerah melalui peningkatan PAD yang bersumber dari aktivitas ekonomi dan investasi yang sehat,” tegasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan infrastruktur, serta penguatan sinergi dengan dunia usaha, tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Semangat kebersamaan, kerja keras, dan kolaborasi adalah modal utama untuk membawa Nagan Raya menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas TRK.
(M. Yusuf)






