Mabes TNI Kelilingi 22 Desa Penyangga Way Kambas, Dorong Pencegahan Karhutla dan Kesejahteraan Warga

Rabu, 2 September 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur. Berswarafakta.com Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar safari penyuluhan ke 22 desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan yang berlangsung selama 28 hari tersebut difokuskan pada penguatan sinergi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Salah satu agenda dipusatkan di Balai Desa Braja Harjosari. Dalam kegiatan bertajuk Sambung Rasa itu, jajaran Mabes TNI berdialog langsung dengan perangkat desa dan berbagai elemen masyarakat.

Tim Penyuluh Mabes TNI, Laksamana TNI Bambang Darmono, mengatakan safari ke 22 desa penyangga tersebut merupakan perintah pimpinan tertinggi TNI sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya karhutla di kawasan sekitar TNWK.

“Kami dari Mabes TNI mendapatkan perintah pimpinan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat desa sebagai penyangga kawasan Taman Nasional Way Kambas. Tujuannya agar lokasi di sekitar taman nasional ini bisa terjaga dan tidak terjadi kebakaran lagi, karena dari tahun ke tahun biasa terjadi kebakaran,” ujar Bambang, Selasa (1/9/2026).

Menurut Bambang, pendekatan yang dilakukan di 22 desa tersebut tidak sebatas memberikan penyuluhan, tetapi juga membuka ruang diskusi dua arah guna membangun komitmen bersama dalam menjaga kawasan konservasi.

Ia menekankan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, TNI-Polri, tokoh masyarakat hingga kalangan akademisi.

Masyarakat juga diminta memahami berbagai faktor yang dapat memicu karhutla, baik faktor alam maupun aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar serta kelalaian dalam kegiatan pertanian.

Kondisi vegetasi yang kering dan angin kencang, kata Bambang, dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani. Dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan dan perekonomian masyarakat, tetapi juga kelestarian kawasan konservasi dan satwa liar, termasuk Gajah Sumatera.

“Kita berbicara dengan masyarakat, menyerap aspirasi masyarakat, memberikan arahan dan pengetahuan, sekaligus berdiskusi bagaimana kita bersama-sama antara TNI dan masyarakat bisa manunggal untuk mencegah terjadinya kebakaran pada tahun-tahun berikutnya. Alhamdulillah apa yang kita laksanakan ini dapat diterima dengan baik,” lanjutnya.

Dalam materi edukasi, Mabes TNI turut mendorong masyarakat membudayakan deteksi dini dan pelaporan cepat melalui empat langkah, yakni Lihat dan Waspada, Pastikan Lokasi, Segera Laporkan, serta Arahkan Petugas.

Warga juga diimbau tidak membakar sampah maupun lahan, rutin mengelola vegetasi kering, serta mengaktifkan ronda kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat dusun dan desa.

Kegiatan di Balai Desa Braja Harjosari mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Perwakilan warga RT 27 Desa Braja Harjosari, Ida Bagus Made, mengapresiasi kesediaan tim Mabes TNI turun langsung ke desa-desa penyangga selama hampir satu bulan.

“Kami warga Desa Braja Harjosari dengan senang hati dan berterima kasih serta mengapresiasi bahwasanya ada tim dari TNI untuk penanganan karhutla yang terjadi di Way Kambas. Perhatian beliau sangat luar biasa. Mudah-mudahan energi yang beliau bawa dari pusat sampai turun ke bawah bisa kami serap dan kami salurkan,” ungkap Ida Bagus.

Dalam dialog tersebut, warga mengusulkan penambahan sarana pemadam kebakaran serta pembangunan embung air di sejumlah kawasan yang dinilai rawan.

Selain persoalan karhutla, masyarakat juga menyampaikan harapan agar saluran irigasi dari Danau Way Jepara dapat dinormalisasi sehingga kembali mengaliri lahan pertanian secara optimal.

“Harapan kami pengairan dari Danau Way Jepara bisa kembali mengaliri pertanian kami secara normal. Sehingga kami bisa bercocok tanam dua kali dalam setahun. Dengan pertanian yang bagus dan pengairan yang lancar, mudah-mudahan kesejahteraan kami warga desa penyangga juga ikut meningkat,” pungkas Ida Bagus.

(Darwin Efendi)

Berita Terkait

Satgas Karhutla Mabes TNI Janji Tindak Lanjuti Kesejahteraan Warga Desa Penyangga TNWK
Bupati Batu Bara Pimpin Rakor Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan dan Pembangunan Daerah
RDP DPRD Pesawaran Bersama Dinas Pendidikan Bahas Program P3A dan PPKB
Perdana, Fatayat NU Sukadana Gelar Pengajian Akbar Triwulan di Desa Bumi Nabung Udik
Dalam Rangka Menyambut Hari Jadi Desa Simpang Dolok, Wabup Syafrizal Hadiri Kenduri Kampung
Setahun Nanda–Anton Memimpin Pesawaran, Publik Menagih Bukti Perubahan
Bupati Batu Bara Sambut Kunker Pangdam I/Bukit Barisan ke Yonif 126/Kala Cakti
Pimpin Rakor Bansos, Wabup Batu Bara Ajak Satukan Niat dan Persepsi Perbaiki Data
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:59 WIB

Satgas Karhutla Mabes TNI Janji Tindak Lanjuti Kesejahteraan Warga Desa Penyangga TNWK

Rabu, 2 September 2026 - 16:04 WIB

Mabes TNI Kelilingi 22 Desa Penyangga Way Kambas, Dorong Pencegahan Karhutla dan Kesejahteraan Warga

Rabu, 2 September 2026 - 07:52 WIB

Bupati Batu Bara Pimpin Rakor Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan dan Pembangunan Daerah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perdana, Fatayat NU Sukadana Gelar Pengajian Akbar Triwulan di Desa Bumi Nabung Udik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Dalam Rangka Menyambut Hari Jadi Desa Simpang Dolok, Wabup Syafrizal Hadiri Kenduri Kampung

Berita Terbaru