After the Broery Song Raih Respons Positif, Kisah Drama Psikologis Dinilai Dekat dengan Kehidupan Pembaca

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, Berswarafakta.com Novel fiksi bergenre drama psikologis After the Broery Song mulai mendapat perhatian publik dan respons positif dari ratusan pembaca di Indonesia.

Karya keenam penulis asal Lampung, Dita Cahya Ningrum, yang berkolaborasi dengan pebisnis asal Bali berinisial J tersebut, resmi diperkenalkan kepada publik pada Kamis (10/9/2026).

Peluncuran perdana After the Broery Song dikemas berbeda dari peluncuran buku pada umumnya. Tidak menggelar seremoni fisik secara konvensional, Dita memilih menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan karyanya sekaligus membangun komunikasi lebih dekat dengan pembaca.

Dita Cahya Ningrum mengatakan, peluncuran novel tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum awal bagi perjalanan cerita untuk bertemu dan berkomunikasi langsung dengan pembacanya.

“Untuk peluncuran novel kali ini, kami tidak menyiapkan seremoni peluncuran fisik dalam format launching konvensional. Sebab, di tanggal peresmian itu kami jadikan sebagai momentum public introduction untuk memperkenalkan After the Broery Song kepada publik, sekaligus membuka percakapan mengenai tema-tema yang dibawa oleh cerita ini,” kata Dita, Kamis (10/9/2026).

Konflik Cerita Dinilai Relatable

Respons awal pembaca menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Sejumlah pembaca menilai konflik yang dihadirkan dalam novel tersebut memiliki kedekatan dengan pengalaman kehidupan mereka sendiri.

Persoalan keluarga, perasaan tidak dianggap, pencarian rasa aman, hingga pengalaman masa lalu yang dapat memengaruhi seseorang ketika menjalani hubungan saat dewasa menjadi sejumlah tema yang dianggap relevan.

Dita menyebut respons tersebut sebagai sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya dan tim. Sebab, sejak awal After the Broery Song tidak hanya dimaksudkan sebagai cerita mengenai satu karakter bernama Jenina.

“Kami melihat respons itu sebagai sesuatu yang sangat berarti, karena sejak awal kami memang tidak ingin After the Broery Song hanya menjadi cerita tentang Jenina. Kami ingin pembaca menemukan sedikit bagian dari dirinya sendiri di dalam perjalanan karakter tersebut,” ujarnya.

Buku Fisik Masih Coming Soon

Meski telah diperkenalkan secara resmi kepada publik, Dita mengungkapkan bahwa buku fisik After the Broery Song saat ini belum memasuki tahap pencetakan massal.

Namun, antusiasme pembaca disebut telah terlihat sejak sebelum peluncuran resmi. Bahkan, seorang pembeli anonim disebut telah melakukan pembelian sebanyak 200 buku sebelum novel tersebut resmi diperkenalkan kepada publik.

Saat ini, tim masih menyelesaikan sejumlah tahapan akhir sebelum buku memasuki proses produksi dan distribusi massal.

“Karena kami memilih untuk mengembangkan buku ini secara mandiri, kami ingin memastikan kualitas naskah, penyuntingan, desain, produksi, hingga pengalaman pembaca benar-benar dipersiapkan dengan baik. Buku fisik After the Broery Song akan segera hadir dan saat ini masih dalam tahap coming soon ya,” kata Dita.

Sementara itu, pembaca yang ingin mengenal lebih jauh After the Broery Song dalam versi digital maupun memperoleh informasi lengkap mengenai pre-order dapat mengakses situs resmi novel tersebut.

Kehadiran After the Broery Song diharapkan tidak hanya menawarkan sebuah kisah fiksi, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi bagi pembaca melalui persoalan emosional dan pengalaman kehidupan yang terasa dekat dengan realitas mereka.

(Radin)

Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIB

After the Broery Song Raih Respons Positif, Kisah Drama Psikologis Dinilai Dekat dengan Kehidupan Pembaca

Berita Terbaru

Politik & pemerintahan

Wakil Bupati Batu Bara Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:21 WIB