ASPRUMNAS: Krisis Material Konstruksi Ancam Target 350 Ribu Rumah Tahun 2026, Desak Pemprovsu dan Otoritas Pelabuhan Bertindak Tegas

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, berswarafakta.com Asosiasi Pengembang Rumah Nasional (ASPRUMNAS) menyoroti krisis distribusi dan ketidakstabilan harga semen yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Jum’ at 12 Juni 2026.

Jika tidak segera ditangani secara komprehensif, kondisi ini berpotensi menimbulkan efek domino yang mengganggu keberlangsungan pembangunan perumahan nasional.

Ketua Umum DPP ASPRUMNAS, M. Syawali Pratama, S.E., M.M., menegaskan bahwa langkah cepat, terukur, dan kolaboratif harus segera diambil oleh seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, target pemerintah untuk merealisasikan 350.000 unit akad rumah pada tahun 2026 terancam apabila stabilitas pasokan dan harga material konstruksi tidak dapat dijaga.

“Ketahanan sektor perumahan sangat bergantung pada kepastian pasokan material. Jika situasi ini terus berlanjut, target pembangunan rumah rakyat akan menghadapi tantangan serius,” ujar M. Syawali Pratama.

1. Penertiban Distribusi dan Imbauan Tegas kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

ASPRUMNAS mengajak seluruh mata rantai distribusi untuk menjalankan fungsi sesuai ketentuan yang berlaku. Secara khusus, ASPRUMNAS mengimbau Pemerintah Provinsi Sumatera Utara beserta seluruh jajarannya agar segera turun tangan menstabilkan kondisi di lapangan.

“Pemprovsu harus proaktif dan tegas mencegah praktik penimbunan material oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah situasi krisis. Ketegasan pemerintah daerah mutlak dibutuhkan untuk menjaga kelancaran distribusi dan menyelamatkan program perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah ini harus sejalan dengan arahan Presiden,” tegasnya.

2. Desakan Stimulan Ekonomi dan Intervensi Pemerintah Pusat

ASPRUMNAS menilai ketidakstabilan harga material tidak hanya terjadi di Sumatera Utara, melainkan telah dirasakan di berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa dan wilayah lainnya di Indonesia. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang berdampak pada rantai pasok dan transaksi internasional.

Karena itu, ASPRUMNAS berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan stimulus, setidaknya melalui kebijakan yang mendukung kelancaran transaksi dan distribusi semen. Persoalan ini juga akan menjadi agenda prioritas dalam pembahasan lanjutan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

3. Optimalisasi Layanan Pelabuhan dan Logistik Semen

Pelabuhan memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang distribusi material konstruksi. ASPRUMNAS mendesak otoritas pelabuhan, termasuk Pelindo dan KSOP, untuk memberikan prioritas sandar serta percepatan proses bongkar muat bagi kapal pengangkut semen.

“Keterlambatan operasional di pelabuhan dapat memicu efek domino berupa kelangkaan di tingkat distributor, kepanikan pasar, hingga lonjakan harga. Semen merupakan komoditas strategis. Menghambat logistiknya sama artinya dengan menghambat denyut nadi pembangunan perumahan,” jelas M. Syawali Pratama.

4. Ancaman Krisis Material Konstruksi Berskala Nasional

ASPRUMNAS memandang situasi saat ini sebagai peringatan dini atas potensi krisis material konstruksi yang lebih luas. Tidak hanya semen, kelangkaan dan instabilitas harga dikhawatirkan merambat ke berbagai material lainnya seperti kabel listrik, keramik, koral/split, pasir, hingga besi.

Apabila tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut berpotensi menghambat pembangunan perumahan nasional dan memperberat upaya penyediaan hunian bagi masyarakat.

5. Imbauan Konservatif bagi Pengembang dan Komitmen pada Standarisasi
Menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian,

ASPRUMNAS mengimbau para pengembang, khususnya di Medan dan sekitarnya, untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi pembangunan serta memprioritaskan pasar yang telah terukur (captive market).

Di tengah tekanan harga dan pasokan material, kualitas bangunan tidak boleh dikompromikan. ASPRUMNAS menegaskan komitmennya terhadap penerapan standarisasi perumahan. Penggunaan material, termasuk besi, wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mematuhi ketentuan dan arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum maupun Kementerian PKP.

Walaupun harga material tidak stabil, developer harus tetap konsisten membangun rumah yang berkualitas. Rumah tidak boleh retak atau runtuh hanya karena penghematan material yang dipaksakan akibat krisis,” tutup M. Syawali Pratama.

Tentang ASPRUMNAS
ASPRUMNAS merupakan organisasi yang terus berupaya memberikan masukan, solusi, dan rekomendasi strategis bagi ekosistem perumahan Indonesia guna memastikan tersedianya hunian yang layak, aman, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat luas.

(Ir.Martin Sembiring.ST.MT)

Berita Terkait

GNTP Sambut Suahasil Nazara: Saatnya Penyegaran Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat
Mengurai Inefisiensi BUMN dan Rekomendasi Kepemimpinan PT KIT Batang: Reorientasi Tata Kelola Menuju BUMN Pro-Rakyat dan Mandiri Fiskal
Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batu Bara Kunjungi Kantor BBWS
Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Rajabasa Lama oleh CSR PT GGP PG4
Perkuat Koordinasi, Bupati Batu Bara Silaturahmi dengan Jajaran PT Inalum
24 Tahun Bertahan Mandiri, Pembibit Ikan Paten di Langkat Harap Perhatian Pemerintah
GNTP Ajukan Permohonan Resmi kepada BGN untuk Dilibatkan dalam Monitoring dan Pengawasan Program MBG
Monev Jalan Raya Kedondong di Way Layap, Progres Pekerjaan Capai 95 Persen
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:19 WIB

GNTP Sambut Suahasil Nazara: Saatnya Penyegaran Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 19:30 WIB

Mengurai Inefisiensi BUMN dan Rekomendasi Kepemimpinan PT KIT Batang: Reorientasi Tata Kelola Menuju BUMN Pro-Rakyat dan Mandiri Fiskal

Senin, 14 September 2026 - 16:07 WIB

Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batu Bara Kunjungi Kantor BBWS

Jumat, 11 September 2026 - 14:24 WIB

Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Rajabasa Lama oleh CSR PT GGP PG4

Kamis, 10 September 2026 - 09:28 WIB

Perkuat Koordinasi, Bupati Batu Bara Silaturahmi dengan Jajaran PT Inalum

Berita Terbaru

Politik & pemerintahan

Wabup Batu Bara Hadiri Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap KUPA-PPAS

Senin, 14 Sep 2026 - 22:19 WIB