Batu Bara. Berswarafakta.com Komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam memperkuat ketahanan pangan kembali ditegaskan melalui Panen Raya Program Lumbung Pangan Padi BAZNAS yang digelar di Dusun II, Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., jajaran perangkat daerah, serta pengurus BAZNAS.

Panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan BAZNAS dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui program pemberdayaan berbasis zakat produktif.
Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan pangan. Menurutnya, Kabupaten Batu Bara memiliki potensi besar untuk menjadi daerah surplus beras apabila seluruh potensi pertanian dikelola secara optimal.
“Dengan luas lahan persawahan sekitar 20 ribu hektare, Kabupaten Batu Bara sangat berpotensi menjadi daerah surplus beras. Hal itu dapat terwujud apabila didukung penyediaan bibit unggul, sarana produksi pertanian, pestisida, serta sistem irigasi yang memadai,” ujar Bupati.
Ia juga mengapresiasi kontribusi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Batu Bara yang secara konsisten mendampingi para petani melalui Program Lumbung Pangan Padi. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa Program Lumbung Pangan merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang kini telah berkembang di 35 sentra lumbung pangan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, setiap kelompok tani binaan rata-rata beranggotakan sekitar 30 petani dan memperoleh dukungan pembiayaan sesuai kebutuhan usaha tani. Program tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Di Kabupaten Batu Bara, Program Lumbung Pangan Padi BAZNAS melibatkan 258 petani mustahik yang mengelola lahan seluas 180,30 hektare di empat kecamatan, yakni Datuk Lima Puluh, Air Putih, Sei Balai, dan Datuk Tanah Datar. Program ini terus berkembang sebagai salah satu sentra pemberdayaan petani di Sumatera Utara.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan Program Lumbung Pangan BAZNAS kepada Kelompok Tani Al Ikhlas, Al Hidayah, dan Al Munawwarah dengan total nilai Rp373.300.000. Selain itu, Kelompok Tani Sepakat menyerahkan zakat pertanian kepada BAZNAS Kabupaten Batu Bara sebesar Rp16.000.000 sebagai wujud keberhasilan pemberdayaan zakat produktif.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta panen padi bersama sebagai simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan para petani dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Batu Bara.
(Ferdinand Nainggolan)






