PRABOWO “TURUN GUNUNG” – SINERGI TNI DAN DESA TUNTASKAN ANAK PUTUS SEKOLAH

Senin, 18 Mei 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi pemerintah pusat, TNI, dan desa dalam upaya menuntaskan anak tidak sekolah melalui program pendidikan berbasis komunitas.

Sinergi pemerintah pusat, TNI, dan desa dalam upaya menuntaskan anak tidak sekolah melalui program pendidikan berbasis komunitas.

NASIONAL,BerswaraFakta.com Pendidikan bukan sekadar angka statistik, melainkan denyut masa depan bangsa. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan memperkuat keterlibatan lintas sektor dalam penanganan anak tidak sekolah di Indonesia.Senin18/05/2026.

Melalui kebijakan terbaru berupa Perpres No. 03 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah serta Perpres No. 04 Tahun 2026 tentang Evaluasi Dana Desa, negara menegaskan pendekatan baru yang lebih aktif, terukur, dan berbasis data di tingkat akar rumput.


BABINSA JADI UJUNG TOMBAK DATA PENDIDIKAN

Dalam implementasinya, aparat kewilayahan dari Tentara Nasional Indonesia, khususnya Babinsa, ditugaskan untuk memperkuat pendataan anak putus sekolah dengan sistem by name by address.

Babinsa tidak lagi hanya berperan sebagai penjaga stabilitas wilayah, tetapi juga menjadi penggerak sosial di desa, memastikan tidak ada anak yang “hilang dari radar pendidikan”.

Peran ini mencakup:

  • Pendataan anak tidak sekolah secara langsung di lapangan
  • Koordinasi dengan pemerintah desa dan lembaga pendidikan non-formal
  • Monitoring berkelanjutan agar anak kembali ke jalur pendidikan

SEKOLAH DI MARKAS TNI: PENGUATAN KARAKTER DAN DISIPLIN

Konsep “Sekolah di Markas TNI” turut diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda. Program ini diarahkan untuk membangun kedisiplinan, mental, dan tanggung jawab anak bangsa.

Namun dalam implementasinya, pembelajaran tetap fleksibel dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang sudah ada di desa, termasuk:

  • Gedung SD
  • PKBM
  • SKB
  • Sanggar belajar masyarakat

Pendekatan ini menekankan kolaborasi antara pendidikan formal dan pembinaan karakter berbasis kedisiplinan.


TEKANAN FISKAL UNTUK DESA: DANA DESA DIEVALUASI

Pemerintah juga memperkuat mekanisme pengawasan melalui kebijakan evaluasi Dana Desa. Pemerintah desa diminta lebih aktif dalam menangani anak tidak sekolah di wilayahnya.

Ketentuan yang ditekankan antara lain:

  1. Kewajiban aktif desa dalam mendata dan mengembalikan anak ke jalur pendidikan
  2. Kolaborasi lintas lembaga dengan PKBM, SKB, dan komunitas belajar
  3. Sanksi administratif berupa penundaan atau evaluasi pencairan Dana Desa bagi wilayah yang tidak responsif

Langkah ini menegaskan bahwa Dana Desa harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.


SINERGI LEMBAGA PENDIDIKAN NON-FORMAL

Program ini juga menekankan kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan masyarakat, termasuk PKBM PANCASILA, sebagai mitra strategis dalam menjangkau anak-anak yang tidak lagi berada di jalur sekolah formal.

Sinergi ini diharapkan menjadi jembatan pemulihan pendidikan agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal.


PENUTUP

Kebijakan ini menandai pendekatan baru negara dalam menangani persoalan pendidikan: lebih tegas, lebih terstruktur, dan langsung menyentuh masyarakat desa. Negara hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai penggerak perubahan sosial hingga ke tingkat paling bawah.

“Tidak boleh ada satu anak pun yang tertinggal dari pendidikan.”

oleh: Khairul Mahalli

(Ir.Martin Sembiring.SR.MT)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Slawi Sampaikan Ucapan Selamat Dies Natalis ke-39 Universitas Islam Bakti Negara Tegal
GNTP Sambut Suahasil Nazara: Saatnya Penyegaran Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat
Tradisi Korps dan Sertijab Dandim 0201/Medan Berlangsung Khidmat, Pangdam I/BB Titipkan Pesan Strategis
Kasek SMA Negeri 1 Air Putih Kecewa Pemberitaan di Media Sosial, Minta Informasi Diverifikasi
Mabes TNI Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla di 22 Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas
1.955 Siswa Dikmata Infanteri Rindam I/BB Resmi Jadi Prajurit, KSAD Tekankan Peran Yon TP
Bupati Batu Bara Dorong Siswa Tingkatkan Kompetensi melalui Batu Bara Science Olympiad 2026
GNTP Ajukan Permohonan Resmi kepada BGN untuk Dilibatkan dalam Monitoring dan Pengawasan Program MBG
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:02 WIB

SMP Negeri 1 Slawi Sampaikan Ucapan Selamat Dies Natalis ke-39 Universitas Islam Bakti Negara Tegal

Selasa, 15 September 2026 - 09:19 WIB

GNTP Sambut Suahasil Nazara: Saatnya Penyegaran Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 18:10 WIB

Tradisi Korps dan Sertijab Dandim 0201/Medan Berlangsung Khidmat, Pangdam I/BB Titipkan Pesan Strategis

Sabtu, 12 September 2026 - 00:20 WIB

Kasek SMA Negeri 1 Air Putih Kecewa Pemberitaan di Media Sosial, Minta Informasi Diverifikasi

Jumat, 11 September 2026 - 15:04 WIB

Mabes TNI Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla di 22 Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas

Berita Terbaru

Politik & pemerintahan

Wakil Bupati Batu Bara Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:21 WIB