LAMPUNG TIMUR, Berswarafakta.com Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menerjunkan sejumlah perwira menengah untuk memimpin langsung sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini difokuskan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung yang hari ini hadir di desa Labuhan Ratu VI. Jum’at 11/09/2026.

Langkah preventif ini dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga (door to door) yang tersebar di 22 desa penyangga di sekitar kawasan taman nasional. Kehadiran perwira TNI di tengah masyarakat bertujuan untuk memperkuat edukasi mengenai bahaya serta pencegahan karhutla secara intensif.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas ini mendapat perhatian khusus langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bentuk tindakan nyata, Presiden menugaskan pasukan TNI dalam skema Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Penugasan tersebut diwujudkan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Mabes TNI Khusus Wilayah Lampung Timur. Pembentukan satgas ini menjadi bukti komitmen tegas pemerintah dalam melindungi ekosistem dan lingkungan hidup dari ancaman kebakaran.
Satgas Karhutla Way Kambas diperkuat oleh 16 perwira gabungan dari tiga matra TNI, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Tim gabungan ini dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Tommy Arief Susanto.
Melalui satgas tersebut, para perwira menengah bergerak aktif menyisir desa-desa penyangga. Pendekatan persuasif dilakukan agar pesan pencegahan kebakaran hutan dapat diterima secara optimal dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat lokal.
Kegiatan sosialisasi ini dirancang untuk menghimpun kekuatan bersama antara TNI dan warga dalam memecahkan akar masalah karhutla. Langkah kolaboratif ini dinilai sangat krusial mengingat kebakaran di Taman Nasional Way Kambas kerap menjadi fenomena tahunan setiap kali memasuki musim kemarau.
Selain fokus pada penanganan Karhutla, Satgas Mabes TNI juga memanfaatkan momen interaksi ini untuk menyerap usulan serta aspirasi warga. Hal tersebut dilakukan guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan penyangga.
Data dan aspirasi yang berhasil dihimpun oleh Satgas nantinya akan diusulkan serta didorong agar menjadi prioritas program kerja kementerian dan lembaga di bawah Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran.
Adapun kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan oleh Satgas Karhutla Mabes TNI Khusus Wilayah Lampung Timur ini ditargetkan berlangsung secara masif di 22 desa penyangga selama hampir satu bulan penuh.
(Darwin Efendi)






