Sinergi Lembaga Negara dan Media Massa Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik

Senin, 27 Juli 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Berswarafakta.com Keterbukaan informasi publik menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Di era digital saat ini, sinergi antara lembaga negara seperti Polri, TNI, Kejaksaan, serta instansi pemerintah lainnya dengan media massa dinilai dapat memperkuat transparansi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Senin.27 Juli 2026.

Saat ini hampir seluruh lembaga negara memiliki divisi hubungan masyarakat (humas) atau media internal yang bertugas menyampaikan informasi mengenai program, kegiatan, maupun capaian institusi kepada masyarakat. Kehadiran media internal tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi resmi lembaga.

Namun demikian, sejumlah kalangan menilai media internal tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber informasi bagi publik. Media massa yang independen tetap memiliki peran penting sebagai mitra dalam menyampaikan informasi secara berimbang, melakukan konfirmasi, serta menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik.

Jika komunikasi publik hanya mengandalkan media internal, muncul kekhawatiran bahwa informasi yang disampaikan lebih banyak menonjolkan sisi positif institusi, sementara berbagai persoalan atau kekurangan yang menjadi perhatian publik kurang mendapatkan ruang untuk diketahui secara luas. Kondisi tersebut dapat memunculkan persepsi kurangnya keterbukaan.

Sebaliknya, kerja sama yang baik antara lembaga negara dan media massa dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat, sedangkan institusi dapat membangun citra positif melalui kinerja yang nyata, transparansi, serta kesediaan memberikan penjelasan kepada publik.

Meski demikian, terdapat informasi tertentu yang memang harus dibatasi penyampaiannya, seperti yang berkaitan dengan proses penyidikan, operasi keamanan, atau data yang dilindungi undang-undang. Karena itu, keseimbangan antara keterbukaan informasi dan perlindungan informasi yang bersifat rahasia tetap harus dijaga sesuai ketentuan hukum.

Pada akhirnya, transparansi, akuntabilitas, dan kemitraan yang profesional antara lembaga negara dan media massa merupakan fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia.

(Redaksi)

Berita Terkait

Sertifikat PTSL Diduga Jadi Ajang Pungutan Liar, Warga Mengaku Dirugikan
Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter
Pemkab Batu Bara Resmi Buka Pemusatan Diklat Paskibraka 2026, Cetak Generasi Berkarakter Pancasila
Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025
Warga Sei Kasih Resah, Dugaan Peredaran Sabu di Kampung Nilon Makin Terang-terangan, Polisi Belum Beri Penjelasan
Bupati Hadiri Muscab VI Pemuda Pancasila, Ajak Pengurus Jaga Kondusivitas Nagan Raya
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
Netralitas Merupakan Jiwa Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Sertifikat PTSL Diduga Jadi Ajang Pungutan Liar, Warga Mengaku Dirugikan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:22 WIB

Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:32 WIB

Warga Sei Kasih Resah, Dugaan Peredaran Sabu di Kampung Nilon Makin Terang-terangan, Polisi Belum Beri Penjelasan

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:22 WIB

Bupati Hadiri Muscab VI Pemuda Pancasila, Ajak Pengurus Jaga Kondusivitas Nagan Raya

Berita Terbaru