MEDAN, BerswaraFakta.com -Tokoh nasionalis sekaligus pengamat sosial Ir. Martin Sembiring, S.T., M.T., atau yang dikenal sebagai PakJaras, menyerukan pentingnya menjaga kedaulatan moral dan ekonomi Indonesia di tengah derasnya arus liberalisme global dan dominasi sistem finansial internasional.
Dalam pernyataannya, PakJaras menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Pancasila bukan hanya dasar hukum negara, melainkan juga benteng moral dalam menghadapi perubahan sosial global.
“Pancasila bukan pajangan hukum tata negara. Ia benteng etika hidup yang menolak manusia menjadi serigala bagi sesamanya atas nama kebebasan tanpa batas,” tegasnya.
PakJaras menilai liberalisme modern telah mendorong lahirnya individualisme ekstrem, materialisme, serta pengikisan nilai spiritual dan institusi keluarga. Ia menyebut Indonesia memiliki karakter komunal dan religius yang harus tetap dipertahankan di tengah penetrasi budaya global.
Selain menyoroti persoalan moral, PakJaras juga mengkritik sistem ekonomi global yang dinilainya masih didominasi kekuatan finansial Barat, khususnya ketergantungan dunia terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, bangsa yang berdaulat tidak boleh sepenuhnya bergantung pada kebijakan moneter negara lain. Karena itu, ia mendorong langkah penguatan ekonomi nasional melalui konsep berdikari, penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional, serta penguatan sistem pembayaran mandiri nasional.
Ia juga menilai upaya dedolarisasi dan penguatan cadangan devisa berbasis aset riil menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.
“Sudah saatnya bangsa-bangsa berkembang berdiri di atas kaki sendiri dan tidak terus berada dalam ketergantungan sistem finansial global yang monopolistik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan beragam respons di ruang publik. Sebagian pihak menilai gagasan penguatan kedaulatan nasional dan ekonomi kerakyatan relevan dengan tantangan global saat ini. Namun, sejumlah pengamat juga mengingatkan bahwa dinamika ekonomi internasional memerlukan pendekatan yang realistis, diplomatis, dan seimbang.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perubahan ekonomi dunia, isu mengenai kedaulatan moral, identitas nasional, dan kemandirian ekonomi diperkirakan akan terus menjadi perhatian berbagai kalangan di Indonesia.
(Redaksi)






