Ironi Kota Pesisir Kendari: Dikelilingi Laut, Ikan Segar dan Sayur Berkualitas Masih Sulit Dijangkau

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI. Berswarafakta.com Kota Kendari yang dikenal sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas industri menghadapi sejumlah tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan transportasi masyarakat.

Meskipun berada di kawasan pesisir dengan potensi sumber daya perikanan yang besar, sebagian warga mengaku masih kesulitan memperoleh ikan laut segar dengan harga terjangkau. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas sayur mayur yang pasokannya masih bergantung pada daerah penyangga.

Nama Kendari diyakini berasal dari kata kandai, yakni alat pengarah perahu dalam tradisi maritim masyarakat setempat. Makna tersebut mencerminkan keterikatan historis kota ini dengan aktivitas kelautan.

Mobilitas Meningkat, Transportasi Umum Belum Optimal

Pertumbuhan penduduk, aktivitas pemerintahan, perdagangan, serta jasa mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat di Kendari. Namun, sebagian besar warga masih mengandalkan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, karena layanan angkutan umum dinilai belum berkembang secara optimal.

Transportasi berbasis aplikasi memang semakin banyak digunakan, tetapi keberadaannya belum sepenuhnya menggantikan kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau.

Pasokan Ikan Segar Dinilai Belum Merata
Kendari memiliki fasilitas perikanan yang cukup besar, termasuk keberadaan pelabuhan perikanan dan industri pengolahan hasil laut. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan komoditas perikanan lokal.

Namun demikian, sejumlah warga menilai ikan laut segar belum selalu mudah diperoleh di pasar tradisional maupun rumah makan dengan harga yang stabil.

Beberapa faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut antara lain cuaca ekstrem, gelombang tinggi, distribusi hasil tangkapan, serta preferensi pemasaran ikan bernilai ekonomi tinggi ke luar daerah.

Hingga kini belum tersedia data resmi yang menunjukkan besaran distribusi ikan berkualitas tinggi untuk pasar lokal dibandingkan dengan pasar antardaerah maupun ekspor.

Sayuran Masih Bergantung pada Daerah Penyangga

Kebutuhan sayur mayur masyarakat Kendari sebagian besar dipasok dari wilayah pertanian di Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Selatan.

Ketergantungan tersebut membuat pasokan sayuran rentan terganggu akibat perubahan musim, kekeringan, maupun hambatan distribusi. Dampaknya, harga sejumlah komoditas hortikultura dapat mengalami fluktuasi di tingkat konsumen.

Tantangan dan Peluang

Pengamat pembangunan daerah menilai Kendari memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan perkotaan dan sektor kemaritiman.

Langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain peningkatan perlindungan ekosistem pesisir, penguatan nelayan skala kecil, pengembangan sentra hortikultura di daerah penyangga, serta pembenahan transportasi publik yang lebih modern dan terjangkau.

Sebagai kota yang tumbuh dari tradisi maritim, Kendari dinilai memiliki peluang untuk mengoptimalkan sumber daya laut dan daratan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

(Ir Martin Sembiring.ST.MT)

 

Berita Terkait

Polinela dan PT Pegadaian Gandeng Kelompok Tani di Pringsewu Dorong Kemajuan Pertanian
Ciptakan Lingkungan Bersih dan Asri, Bupati Baharuddin Pimpin Gotong Royong di Tanjung Tiram
Pisah Sambut Kapolres Nagan Raya, AKBP Muhammad Taufiq Resmi Terima Tongkat Komando
Data Penerima Bantuan Beras di Desa Sukaraja Dipersoalkan, Ada Dugaan Penerima Ganda
Bupati Batu Bara Siapkan Pengembangan Komoditas Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam
GNTP Sambut Suahasil Nazara: Saatnya Penyegaran Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat
Mengurai Inefisiensi BUMN dan Rekomendasi Kepemimpinan PT KIT Batang: Reorientasi Tata Kelola Menuju BUMN Pro-Rakyat dan Mandiri Fiskal
Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batu Bara Kunjungi Kantor BBWS
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:07 WIB

Polinela dan PT Pegadaian Gandeng Kelompok Tani di Pringsewu Dorong Kemajuan Pertanian

Jumat, 18 September 2026 - 22:12 WIB

Ciptakan Lingkungan Bersih dan Asri, Bupati Baharuddin Pimpin Gotong Royong di Tanjung Tiram

Kamis, 17 September 2026 - 20:43 WIB

Pisah Sambut Kapolres Nagan Raya, AKBP Muhammad Taufiq Resmi Terima Tongkat Komando

Kamis, 17 September 2026 - 19:25 WIB

Data Penerima Bantuan Beras di Desa Sukaraja Dipersoalkan, Ada Dugaan Penerima Ganda

Kamis, 17 September 2026 - 13:15 WIB

Bupati Batu Bara Siapkan Pengembangan Komoditas Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam

Berita Terbaru