VATIKAN. Berswarafakta.com Paus Leo XIV menyerukan Gereja Katolik untuk semakin hadir di tengah penderitaan dunia dan menegaskan bahwa perang tidak pernah menjadi jalan yang diberkati Tuhan. Seruan tersebut disampaikan dalam Konsistori Luar Biasa yang berlangsung di Kota Vatikan pada 26 Juni 2026.
Dalam pidato pembuka pertemuan itu, Paus mengingatkan para kardinal agar tidak terfokus semata pada urusan internal Gereja, melainkan tetap peka terhadap berbagai konflik, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Konsistori yang dihadiri lebih dari 130 kardinal dari berbagai negara itu disebut menggunakan metode diskusi kelompok kecil yang memungkinkan peserta bertukar pandangan secara lebih terbuka. Pendekatan tersebut dinilai mencerminkan semangat dialog dan kebersamaan dalam pengambilan keputusan.
Selain isu perdamaian, para peserta juga membahas tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pembahasan tersebut diarahkan pada upaya merumuskan pedoman etis agar pemanfaatan teknologi tetap menghormati martabat manusia.

Menutup pertemuan, Paus Leo XIV meminta doa dan dukungan dari para kardinal serta umat Katolik di seluruh dunia agar proses konsultasi tersebut menghasilkan langkah-langkah nyata bagi perdamaian dan persaudaraan.
Hingga berita ini diturunkan, rincian lengkap hasil pembahasan konsistori maupun dokumen resmi yang dihasilkan belum dipublikasikan oleh otoritas Vatikan. Informasi mengenai jalannya pertemuan masih menunggu konfirmasi lebih lanjut melalui saluran resmi Takhta Suci.
(Ir Martin Sembiring.ST.MT)






