Penajam Paser Utara.Berswarafakta.com. Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikembangkan sebagai kota masa depan yang mengedepankan inklusivitas dan keberagaman, termasuk melalui pembangunan kawasan peribadatan terpadu yang salah satunya mencakup Plaza Kerukunan.Kamis.18 Juni 2011.
Plaza Kerukunan merupakan bagian dari kompleks rumah ibadah di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang dirancang untuk menghadirkan ruang bersama bagi enam agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Kawasan ini dibangun sebagai ruang terbuka publik yang tidak hanya berfungsi sebagai area pendukung rumah ibadah, tetapi juga sebagai simbol persatuan dalam keberagaman di lingkungan ibu kota baru.
Dalam beberapa kesempatan, pejabat pemerintah melakukan peninjauan terhadap kawasan tersebut sebagai bagian dari pemantauan pembangunan IKN. Salah satunya termasuk kunjungan Wakil Presiden yang meninjau progres kawasan peribadatan dan fasilitas pendukungnya pada akhir 2025.
Menurut keterangan resmi, kawasan peribadatan IKN dirancang secara terpadu untuk mencerminkan nilai kebhinekaan, dengan penataan rumah ibadah yang berdampingan dalam satu kawasan tanpa menghilangkan identitas masing-masing agama.
Salah satu fasilitas yang berada di kawasan tersebut adalah gereja utama yang direncanakan berkapasitas sekitar 1.600 jemaat dan ditargetkan rampung pada 2026, bersama dengan fasilitas ibadah lainnya seperti masjid negara, pura, vihara, dan kelenteng.
Otorita IKN sebelumnya menyatakan bahwa konsep kawasan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ibu kota negara yang inklusif, berkelanjutan, serta mencerminkan keberagaman Indonesia.
Hingga kini, pembangunan kawasan peribadatan masih terus berlangsung sebagai bagian dari tahap pengembangan IKN.
(Ir.Martin Sembiring.St.MT)






