Pesawaran. Berswarafakta.com Pemerintah Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menggelar peringatan Bersih Desa (Suro) yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-121 Desa Bagelen pada Sabtu malam, 4 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Bagelen tersebut dihadiri lebih dari seribu warga.
Desa Bagelen yang berdiri sejak tahun 1905 pada masa kolonial memperingati hari jadinya dengan mengusung semangat pelestarian budaya, sejarah, dan kebersamaan masyarakat.

Acara diawali dengan penampilan Tari Sembah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Desa Bagelen yang dibawakan oleh ibu-ibu kader Desa Bagelen.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, anggota DPRD Provinsi Lampung Mustika Bahrun, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Arya Guna, Erlan, dan Evi Susina, Sekretaris DPRD Kabupaten Pesawaran Toto Sumedi, Sekretaris Camat Gedong Tataan, perwakilan Museum Transmigrasi, perwakilan PTPN I Regional 7, Babinsa Peltu Agus Elian Efendi, Bhabinkamtibmas Brigpol Iman Santoso, OMPED Visual, serta para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Ketua panitia menyampaikan bahwa tradisi Bersih Desa atau Suro merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan budaya warisan leluhur agar tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Pada kesempatan itu, tokoh masyarakat Sugoto memaparkan sejarah berdirinya Desa Bagelen pada tahun 1905 di masa kolonial. Pemaparan tersebut diperkuat dengan pemutaran video dokumenter sejarah desa yang mendapat perhatian dari para tamu undangan dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd., mengatakan bahwa peringatan Bersih Desa yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk mempererat persatuan masyarakat, menjaga nilai-nilai budaya, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun Desa Bagelen agar semakin maju.
“Peringatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan bersama-sama membangun Desa Bagelen menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sebagai puncak acara, masyarakat disuguhkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh Ki Dalang Gondo Sukono dengan lakon “Mbangun Candi Sapto Argo”. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan hangat dari ribuan warga yang memadati Balai Desa Bagelen hingga acara berakhir.
Peringatan Bersih Desa dan HUT ke-121 Desa Bagelen berlangsung meriah, sarat akan nilai budaya dan sejarah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi leluhur tetap hidup, terjaga, dan terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari identitas masyarakat Desa Bagelen.
(Biro. Endarsyah)






