Opini: Negara Harus Kembali Berpihak kepada Rakyat

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Berswarafakta.com Negara dibentuk untuk melindungi segenap rakyat, menjamin keadilan, serta mewujudkan kesejahteraan umum. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa arah kebijakan publik saat ini semakin jauh dari cita-cita tersebut. Persepsi yang berkembang adalah bahwa sebagian proses politik dan pembentukan kebijakan lebih mengutamakan kepentingan elite kekuasaan dibandingkan kepentingan rakyat secara luas. Rabu, 08 Juli 2026.

Kepercayaan publik akan terus menurun apabila setiap kebijakan yang lahir dianggap tidak melalui partisipasi masyarakat yang bermakna atau dinilai lebih menguntungkan kelompok tertentu. Dalam negara demokrasi, kritik terhadap pemerintah bukanlah ancaman, melainkan bagian dari pengawasan publik agar kekuasaan tetap berjalan sesuai konstitusi dan prinsip negara hukum.

Jabatan publik adalah amanah, bukan hak istimewa. Setiap kewenangan yang diberikan kepada pejabat negara harus digunakan untuk melayani rakyat, bukan untuk memperkuat kepentingan politik atau kepentingan kelompok. Ketika muncul dugaan konflik kepentingan atau penyalahgunaan wewenang, mekanisme pengawasan dan penegakan hukum harus bekerja secara independen, transparan, dan adil.

Undang-undang seharusnya lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata dari kepentingan politik jangka pendek. Proses pembentukannya harus terbuka, melibatkan partisipasi publik, serta dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa itu, legitimasi sebuah kebijakan akan terus dipertanyakan oleh masyarakat.

Rakyat tidak membutuhkan janji yang berulang, tetapi kebijakan yang nyata manfaatnya. Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya banyaknya program yang diluncurkan, melainkan sejauh mana program tersebut meningkatkan kesejahteraan, mengurangi ketimpangan, memperluas akses terhadap keadilan, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.

Demokrasi yang sehat tidak diukur dari kuatnya kekuasaan, melainkan dari kuatnya pengawasan, kebebasan menyampaikan pendapat, serta kesediaan para pemimpin menerima kritik. Kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Sudah saatnya seluruh penyelenggara negara menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama. Kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui integritas, transparansi, akuntabilitas, dan keberanian untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik maupun kelompok. Negara akan menjadi kuat bukan karena kekuasaan yang besar, tetapi karena kepercayaan rakyat yang terus dijaga.

(Team Media)

Berita Terkait

Data Penerima Bantuan Beras di Desa Sukaraja Dipersoalkan, Ada Dugaan Penerima Ganda
Bupati Batu Bara Dukung Putri Hijabfluencer dan Miss Youth Sumatera Utara 2026
Bupati Batu Bara Siapkan Pengembangan Komoditas Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam
Wakil Bupati Batu Bara Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2026
Wabup Batu Bara Hadiri Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap KUPA-PPAS
Mengurai Inefisiensi BUMN dan Rekomendasi Kepemimpinan PT KIT Batang: Reorientasi Tata Kelola Menuju BUMN Pro-Rakyat dan Mandiri Fiskal
Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batu Bara Kunjungi Kantor BBWS
Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Dusun Gariang, Excavator Disinyalir Gunakan Solar Subsidi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:25 WIB

Data Penerima Bantuan Beras di Desa Sukaraja Dipersoalkan, Ada Dugaan Penerima Ganda

Kamis, 17 September 2026 - 13:15 WIB

Bupati Batu Bara Siapkan Pengembangan Komoditas Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam

Rabu, 16 September 2026 - 16:21 WIB

Wakil Bupati Batu Bara Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2026

Senin, 14 September 2026 - 22:19 WIB

Wabup Batu Bara Hadiri Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap KUPA-PPAS

Senin, 14 September 2026 - 19:30 WIB

Mengurai Inefisiensi BUMN dan Rekomendasi Kepemimpinan PT KIT Batang: Reorientasi Tata Kelola Menuju BUMN Pro-Rakyat dan Mandiri Fiskal

Berita Terbaru