JAKARTA. Berswarafakta.com Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan dukungan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi secara menyeluruh, termasuk di lingkungan pusat kekuasaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Projo yang digelar secara sederhana di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Dalam pidatonya, Budi Arie menyoroti masih adanya pejabat yang mengatasnamakan kepentingan rakyat, tetapi justru terlibat dalam praktik korupsi.
“Sekarang banyak yang bilang untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga. Benar, enggak?” ujar Budi Arie.
Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak boleh hanya menyasar kalangan bawah. Praktik koruptif, kata dia, juga harus dibersihkan dari lingkungan elite dan pusat kekuasaan.
“Karena itulah kita harus tegaskan — kalau mau berantas korupsi, ya harus disapu dari sekitar pusat kekuasaan. Tidak bisa hanya memangkas di tingkat bawah, sementara di lingkaran elit masih dibiarkan,” tegasnya.
Budi Arie mengatakan pemerintah tidak dapat menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan korupsi apabila praktik tersebut masih diabaikan di kalangan penguasa.
Ia juga menegaskan Projo tetap berada di garis depan bersama masyarakat serta memberikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Semua itu butuh kiprah, kontribusi, dan pengabdian dari kita semua tanpa terkecuali, sesuai kemampuan dan bidang masing-masing,” katanya.
Soroti Pelaksanaan Program Pemerintah
Selain persoalan korupsi, Budi Arie menilai sejumlah program pemerintahan Prabowo pada dasarnya telah memiliki arah yang tepat. Namun, menurut dia, persoalan sering muncul pada tahap pelaksanaan.
“Kesalahan ini bukan kesalahan idenya, melainkan eksekusi dan praktiknya yang menyimpang. Hal inilah yang membuat masyarakat menjadi kritis dan bertanya-tanya,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai perbaikan tata kelola dan pelaksanaan program menjadi bagian penting agar kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
HUT Projo Digelar Sederhana
Peringatan HUT ke-12 Projo berlangsung sederhana dan tertutup. Acara tersebut dihadiri pengurus inti serta puluhan anggota relawan.
Tidak tampak spanduk maupun baliho bergambar tokoh politik di lokasi acara. Siluet Presiden ke-7 RI Joko Widodo hanya terlihat pada logo organisasi yang terpasang secara permanen di bagian depan kantor DPP Projo.
Saat ditanya mengenai tidak adanya foto pejabat tinggi dalam acara tersebut, Budi Arie menjawab santai.
“Ada, itu cuma logo saja. Semuanya ada kok,” ujarnya.
Warianto






