DELISERDANG. Berswarafakta.com Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai mengoperasikan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang dalam tahap uji coba pada Selasa (19/8/2026). Layanan berbasis bus listrik tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.Rabu. 19 Agustus 2026.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan dimulainya operasional BRT Mebidang dalam sebuah kegiatan di Deli Serdang. Pada tahap awal, dua unit bus listrik digunakan untuk uji coba teknis sekaligus memperkenalkan layanan kepada masyarakat.
Selama masa uji coba, masyarakat disebut dapat menggunakan layanan BRT Mebidang tanpa dipungut biaya.
Dalam sambutannya, Bobby mengatakan keberhasilan transportasi massal tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan armada, tetapi juga oleh konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, serta kenyamanan penumpang.
Ia juga mendorong pemerintah daerah di kawasan Mebidang untuk memperkuat koordinasi dan integrasi transportasi sehingga masyarakat memiliki alternatif terhadap penggunaan kendaraan pribadi.
Usai acara peresmian, Bobby bersama rombongan turut mencoba layanan BRT dengan perjalanan dari Terminal Lubukpakam menuju kawasan Lapangan Merdeka, Medan.
Ditargetkan Beroperasi Penuh Desember
Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Muiz Thohir, mengatakan pengembangan BRT Mebidang merupakan bagian dari program pembangunan kawasan perkotaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Menurut Muiz, pengembangan transportasi publik di kawasan perkotaan diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi.
Ia juga menyebut data TomTom Traffic Index menunjukkan tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai 54,2 persen. Data tersebut digunakan sebagai salah satu gambaran mengenai tantangan mobilitas di kawasan perkotaan Medan.
Program BRT Mebidang disebut mendapat dukungan Bank Dunia sebagai salah satu proyek percontohan transportasi perkotaan di Indonesia.
Tarif Rp4.300 Setelah Operasional Penuh
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan operasional penuh BRT Mebidang ditargetkan dimulai pada 8 Desember 2026.
Pada tahap tersebut, pemerintah menyiapkan 30 unit bus listrik. Armada itu akan melayani dua koridor, yakni Koridor 11 dengan rute Teladan–Terminal Lubukpakam dan Koridor 12 dengan rute Simpang Barat–Binjai.
Dari total armada, 14 unit dialokasikan untuk Koridor 11, 13 unit untuk Koridor 12, dan tiga unit disiapkan sebagai armada cadangan.
Untuk tarif setelah operasional penuh, pemerintah menetapkan Rp4.300 bagi penumpang umum. Sementara itu, tarif Rp3.000 diberlakukan bagi kategori khusus yang disebut mencakup pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.
Ketentuan tarif tersebut berlaku setelah layanan memasuki tahap operasional penuh. Selama uji coba, layanan masih diberikan secara gratis.
Pemerintah daerah berharap pengoperasian BRT Mebidang dapat memperluas pilihan transportasi publik bagi masyarakat serta mendukung konektivitas antarkawasan di wilayah metropolitan Mebidang.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Staf Khusus Presiden sekaligus Komisaris Utama PT Blue Bird Bayu Priawan Djokosoetjono, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
Catatan redaksi: Informasi mengenai jadwal operasional, jumlah armada, rute, tarif, dan masa uji coba dalam berita ini disampaikan berdasarkan keterangan pejabat terkait dan masih mengikuti tahapan pelaksanaan program.
(Warianto)






