Heboh Temuan Struktur Batu di Danawarih, Diduga Punden Berundak Kuno

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL. Berswarafakta.com. Warga Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, menemukan struktur batu kuno yang berada di bawah tebing aliran Kali Gung. Temuan tersebut menarik perhatian masyarakat karena bentuknya yang menyerupai punden berundak dan selama ini dikenal dengan sebutan “Candi Trowulan”.Rabu. 17 Juni 2026.

Penamaan “Trowulan” berasal dari temuan sebuah batu atau nisan di lokasi yang bertuliskan kata tersebut. Sejak lama masyarakat setempat kemudian menyebut kawasan itu sebagai Candi Trowulan.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti asal-usul nama tersebut maupun kemungkinan keterkaitannya dengan kawasan Trowulan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Belum Ada Bukti Keterkaitan dengan Majapahit

Nama Trowulan selama ini dikenal sebagai kawasan peninggalan sejarah yang diyakini sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Di wilayah tersebut terdapat sejumlah situs penting, seperti Candi Brahu, Gapura Bajang Ratu, dan Wringin Lawang.

Kemunculan nama serupa di Kabupaten Tegal memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan sejarah antara kedua wilayah tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat hasil penelitian arkeologis resmi yang dapat membuktikan adanya keterkaitan antara situs di Danawarih dengan peninggalan Majapahit di Trowulan, Mojokerto.

Para pemerhati sejarah menilai dugaan tersebut masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut sebelum dapat ditarik kesimpulan.

Diduga Memiliki Karakteristik Punden Berundak

Berdasarkan pengamatan awal, struktur batu yang ditemukan memiliki sejumlah ciri yang menyerupai punden berundak, yaitu bangunan bertingkat yang pada masa lampau digunakan sebagai tempat pemujaan atau penghormatan kepada leluhur.

Beberapa karakteristik yang terlihat di lokasi antara lain:
Susunan batu membentuk teras bertingkat.
Struktur menunjukkan pola penataan yang terencana.

Material berupa batu alam tanpa pahatan halus seperti yang umum ditemukan pada candi-candi klasik.

Sebagian besar struktur saat ini diketahui telah mengalami kerusakan. Namun beberapa bagian masih memperlihatkan pola berundak dan susunan batu yang relatif jelas.

Berada di Lokasi Tersembunyi
Situs tersebut berada di bawah tebing aliran Kali Gung sehingga tidak banyak diketahui masyarakat luas. Lokasinya yang relatif tersembunyi diduga menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian struktur masih bertahan hingga sekarang.

Di sisi lain, kondisi geografis tersebut juga membuat situs rentan terhadap kerusakan akibat erosi, longsor, banjir, maupun aktivitas manusia.

Desa Danawarih sendiri dikenal memiliki sejumlah potensi sejarah dan budaya yang hingga kini belum banyak diteliti secara akademis. Temuan ini menambah daftar warisan budaya lokal yang berpotensi menyimpan informasi penting mengenai sejarah wilayah Tegal.

Perlu Penelitian dan Pelestarian
Pengamat sejarah dan masyarakat setempat berharap temuan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah daerah, akademisi, serta instansi yang membidangi pelestarian cagar budaya.

Penelitian arkeologis yang komprehensif diperlukan untuk mengetahui usia situs, fungsi bangunan, serta latar belakang penamaan “Trowulan” yang melekat pada lokasi tersebut.

Selain penelitian, upaya pelestarian juga dinilai penting guna mencegah kerusakan lebih lanjut akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

Apabila di kemudian hari terbukti memiliki nilai sejarah yang signifikan, situs tersebut berpotensi menjadi salah satu aset budaya penting bagi Kabupaten Tegal sekaligus memperkaya khazanah sejarah Nusantara.

Redaksi: Informasi dalam berita ini berdasarkan temuan lapangan dan keterangan masyarakat setempat. Status, usia, fungsi, serta nilai historis situs masih memerlukan penelitian arkeologis dan verifikasi oleh pihak berwenang.

(Aswin)

Berita Terkait

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Lampung Timur Lepas Distribusi Air Bersih untuk Warga Sukadana
Hadiri HUT ke-72 PRSB, Bupati Baharuddin Ajak Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
BPN Kabupaten Pesawaran Siap Proses Sertifikat Tanah Tanjung Kemala
Masyarakat Tanjung Kemala Siap Gelar Aksi Damai di BPN Pesawaran, Tuntut Kepastian Hak Tanah
Tradisi Ambengan di Pemakaman Desa Bagelen Sambut Tahun Baru Islam dan HUT Desa ke-121
Bersama Forkopimda dan Masyarakat, Golkar Lampung Hijaukan Tanggamus Melalui Gerakan Lampung Menanam (GELAM)
Pemkab Batu Bara Dorong Akses Modal Petani Melalui Kerja Sama Pembiayaan dengan Bank Sumut
Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan MTQ Sumut ke-40, Beri Semangat Kafilah Raih Prestasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:55 WIB

Heboh Temuan Struktur Batu di Danawarih, Diduga Punden Berundak Kuno

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:41 WIB

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Lampung Timur Lepas Distribusi Air Bersih untuk Warga Sukadana

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:31 WIB

Hadiri HUT ke-72 PRSB, Bupati Baharuddin Ajak Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:19 WIB

BPN Kabupaten Pesawaran Siap Proses Sertifikat Tanah Tanjung Kemala

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Masyarakat Tanjung Kemala Siap Gelar Aksi Damai di BPN Pesawaran, Tuntut Kepastian Hak Tanah

Berita Terbaru