Menyambut Saudara di Rumah Bersama: Membela Harkat Papua, Menjaga Benteng Pancasila

Senin, 25 Mei 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Berswarafakta.com,
Di tengah derasnya arus pembangunan nasional, suara-suara dari tanah Papua kembali mengetuk nurani bangsa. Lewat berbagai ekspresi budaya dan keresahan masyarakat adat terhadap perubahan ruang hidup mereka, publik diingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan harkat manusia dan identitas budaya yang telah hidup turun-temurun. selasa,25 mei 2026.

Sorotan itu menguat setelah munculnya dokumenter Pesta Babi yang menampilkan dinamika masyarakat adat di wilayah Merauke hingga Boven Digoel. Dalam dokumenter tersebut, masyarakat adat terlihat menyampaikan kekhawatiran terhadap hilangnya hutan, pohon sagu, serta perubahan lingkungan akibat proyek pembangunan pangan dan energi.

Fenomena ini memunculkan diskusi luas di tengah masyarakat. Di satu sisi, negara memiliki tanggung jawab memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pembangunan ekonomi nasional. Namun di sisi lain, aspirasi masyarakat adat juga harus menjadi bagian penting dalam proses pembangunan agar tidak melahirkan ketimpangan dan rasa ketidakadilan.

Pengamat sosial dan kebangsaan menilai, persoalan Papua tidak boleh dipandang semata sebagai konflik antara pembangunan dan budaya. Yang lebih penting adalah membangun ruang dialog yang jujur dan setara antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh elemen bangsa.

“Papua adalah bagian utuh dari Indonesia. Masyarakat adat dan kaum terdidik bukan pihak yang harus dipertentangkan. Semua memiliki tanggung jawab menjaga persatuan bangsa,” demikian salah satu pandangan yang berkembang dalam diskursus publik terkait isu tersebut.

Di tengah perkembangan informasi global, masyarakat juga diimbau lebih kritis dalam menyikapi berbagai narasi yang berkembang di media maupun dokumenter internasional. Sebab tidak sedikit isu sosial dan budaya yang kemudian dipakai untuk membangun opini tertentu yang berpotensi memperlebar jarak antarsesama anak bangsa.

Karena itu, pembangunan di Papua dinilai harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan, penghormatan terhadap hak adat, serta pemerataan pendidikan dan kesejahteraan. Negara diharapkan hadir bukan hanya melalui proyek fisik, tetapi juga melalui perlindungan sosial dan komunikasi yang terbuka dengan masyarakat lokal.

Pancasila sebagai dasar negara dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kemanusiaan. Nilai gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial harus diwujudkan secara nyata agar seluruh rakyat merasa menjadi bagian dari rumah besar Indonesia.

Masa depan Papua, dan Indonesia secara keseluruhan, diyakini akan semakin kuat apabila pembangunan berjalan berdampingan dengan penghormatan terhadap martabat manusia. Dengan menjaga persatuan antara masyarakat adat, kaum intelektual, dan seluruh elemen bangsa, Indonesia dapat menutup ruang bagi perpecahan dan memperkokoh kedaulatan nasional.

(Ir.Martin Sembiring,ST.MT)

Berita Terkait

GNTP Sambut Suahasil Nazara: Saatnya Penyegaran Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat
Tradisi Korps dan Sertijab Dandim 0201/Medan Berlangsung Khidmat, Pangdam I/BB Titipkan Pesan Strategis
Mabes TNI Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla di 22 Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas
1.955 Siswa Dikmata Infanteri Rindam I/BB Resmi Jadi Prajurit, KSAD Tekankan Peran Yon TP
GNTP Ajukan Permohonan Resmi kepada BGN untuk Dilibatkan dalam Monitoring dan Pengawasan Program MBG
Kapolri Rotasi 424 Pati dan Pamen, Irjen Roycke Langie Jadi Astamaops
RUU Perampasan Aset Dinilai Perlu Dipercepat, BNP-Aset Diusulkan sebagai Penguatan Tata Kelola
Dalam Rangka Menyambut Hari Jadi Desa Simpang Dolok, Wabup Syafrizal Hadiri Kenduri Kampung
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:19 WIB

GNTP Sambut Suahasil Nazara: Saatnya Penyegaran Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 18:10 WIB

Tradisi Korps dan Sertijab Dandim 0201/Medan Berlangsung Khidmat, Pangdam I/BB Titipkan Pesan Strategis

Jumat, 11 September 2026 - 15:04 WIB

Mabes TNI Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla di 22 Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas

Kamis, 10 September 2026 - 09:42 WIB

1.955 Siswa Dikmata Infanteri Rindam I/BB Resmi Jadi Prajurit, KSAD Tekankan Peran Yon TP

Sabtu, 5 September 2026 - 09:43 WIB

GNTP Ajukan Permohonan Resmi kepada BGN untuk Dilibatkan dalam Monitoring dan Pengawasan Program MBG

Berita Terbaru

Politik & pemerintahan

Wakil Bupati Batu Bara Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:21 WIB