BATAM. Berswarafakta.com Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) resmi digelar di Hotel Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau, pada 11–12 September 2026.
Rakernas tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum PERADI, Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.H., dan dihadiri perwakilan dari 192 DPC PERADI se-Indonesia.

Mengusung tema “Konsolidasi dan Penguatan PERADI sebagai Organisasi Advokat serta Anggota dalam Mewujudkan Organisasi Advokat yang Solid dan Berintegritas”, Rakernas menjadi momentum penting bagi PERADI untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme dan integritas para anggotanya.
Dari Lampung, kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPC PERADI Gedong Tataan, di antaranya Ketua DPC PERADI Gedong Tataan Dr. (Can.) Nurul Hidayah, S.H., M.H., CPM, Sekretaris Antariksa, S.H., M.H., Bendahara Nunung Herawati, S.H., serta Korwil Lampung Sukarmin, S.H., M.H.

Seluruh jajaran KSB PERADI dari berbagai daerah di Indonesia juga turut hadir dalam agenda nasional tersebut.
Nurul Hidayah: PERADI Harus Semakin Solid dan Berintegritas
Ketua DPC PERADI Gedong Tataan, Dr. (Can.) Nurul Hidayah, menilai Rakernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat persatuan dan soliditas seluruh anggota PERADI.
Menurutnya, konsolidasi nasional harus mampu melahirkan semangat baru bagi para advokat untuk meningkatkan profesionalisme, menjaga marwah organisasi, serta memberikan kontribusi nyata dalam penegakan hukum yang berkeadilan.
“Rakernas ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, soliditas dan integritas seluruh keluarga besar PERADI. Kita harus terus bergerak bersama, saling menguatkan dan menjaga marwah profesi advokat,” ujar Nurul Hidayah.
Ia menegaskan, PERADI harus terus berkembang menjadi organisasi yang kuat, profesional dan berintegritas serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi tegaknya keadilan dan kepastian hukum di Indonesia.
Nurul juga mengingatkan bahwa profesi advokat tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pemahaman hukum yang baik, tetapi juga menuntut adanya etika, integritas serta tanggung jawab dalam menjalankan profesi.
“Mari kita jadikan Rakernas ini sebagai titik penguatan organisasi. Bersatu, solid dan berintegritas. Jangan hanya kuat secara organisasi, tetapi juga kuat dalam menjaga kehormatan profesi dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap berbagai hasil dan rekomendasi Rakernas PERADI di Batam dapat menjadi pijakan bersama untuk membawa organisasi semakin maju serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi advokat.
Ditutup Ketua Umum PERADI
Setelah berlangsung selama dua hari, rangkaian Rakernas PERADI resmi ditutup oleh Ketua Umum PERADI Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.H., pada 12 September 2026.
Penutupan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen seluruh jajaran PERADI di berbagai daerah dalam menjaga persatuan, profesionalisme dan integritas organisasi.
Dengan hadirnya 192 DPC PERADI dari seluruh Indonesia, Rakernas di Batam diharapkan menghasilkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kualitas dan profesionalisme advokat di masa mendatang.
Berswarafakta.com
Endarsyah






