Serangan Hama Tikus Meluas, Petani Karang Rejo Khawatir Gagal Panen dan Rugi Besar

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran. Berswarafakta.com Hama tikus menyerang sekitar 100 hektare lahan persawahan di Desa Karang Rejo, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran, Kamis (2/7/2026). Serangan hama tersebut mengancam hasil panen petani dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Kepala Desa Karang Rejo, Sutri Edi, membenarkan bahwa para petani di wilayahnya tengah dilanda kecemasan akibat serangan hama tikus yang semakin meluas.

“Saya menerima laporan dan melihat langsung kondisi di lapangan dari masyarakat, terutama kelompok tani. Saat ini petani sangat cemas karena hasil produksi padi mereka menurun drastis, bahkan sebagian lahan terancam gagal panen,” ujar Sutri Edi.

Menurutnya, serangan tikus mulai terjadi sejak awal musim tanam pada Mei 2026. Hingga kini, hama tersebut terus menyerang batang padi sehingga banyak tanaman mati. Dari sekitar 100 hektare sawah yang terdampak, terdapat 12 kelompok tani yang mengalami kerusakan.

“Pada kondisi normal, lahan seluas seperempat hektare dapat menghasilkan hingga 12 kuintal gabah. Namun sekarang hanya sekitar dua kuintal. Untuk total kerugian masih dalam proses pendataan,” katanya.

Sutri Edi menambahkan, Pemerintah Desa tidak memiliki kemampuan anggaran untuk menanggung seluruh kerugian yang dialami para petani.

Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan secara swadaya oleh petani, mulai dari perburuan tikus secara massal, pemasangan perangkap, penyebaran racun, hingga pembersihan dan pembakaran semak di sekitar area persawahan. Namun, langkah-langkah tersebut belum mampu menekan populasi hama.

Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran maupun Pemerintah Provinsi Lampung segera memberikan bantuan dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi serangan hama tikus.

“Kami berharap pemerintah, khususnya dinas terkait, segera turun tangan membantu petani. Kami membutuhkan dukungan agar serangan hama ini dapat segera dikendalikan,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang petani, Yanto, mengaku sekitar dua hektare lahan sawah miliknya ikut terdampak serangan tikus. Ia khawatir ancaman gagal panen akan benar-benar terjadi apabila tidak ada penanganan yang lebih masif.

“Kami khawatir gagal panen menjadi kenyataan. Kerugian ekonomi tentu sangat besar karena biaya pupuk, pengolahan lahan, dan kebutuhan produksi lainnya sudah cukup tinggi,” ungkapnya.

Yanto berharap pemerintah segera memberikan bantuan teknis maupun logistik agar tanaman padi yang masih tersisa dapat diselamatkan.

“Harapan kami jangan sampai mengalami kerugian total sehingga ketahanan pangan di tingkat desa tetap terjaga. Saat ini kami masih bergantian berjaga di sawah pada malam hari untuk meminimalkan kerusakan sambil menunggu bantuan dan penanganan dari pemerintah maupun dinas terkait,” pungkasnya.

(Radin)

Berita Terkait

Ketua DPD NasDem M. Nasir Gelar Pertemuan Bersama Kader di Kediamannya
Setahun Nanda–Anton Memimpin Pesawaran, Publik Menagih Bukti Perubahan
Bupati Batu Bara Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Sambut Kunjungan Dankodaeral
Semarak Maulid Nabi 1448 H di Dusun Binong, Warga Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan
RDP Konflik Lahan Pitung Tiyuh, BPN dan PTPN I Tak Hadir, DPRD Pesawaran Ancam Bentuk Pansus
Bupati Batu Bara Dorong Pemuda Kristen Siapkan Diri Sambut Indonesia Emas 2045
Rapat Paripurna DPRD Pesawaran, Tandatangani Nota Kesepakatan KUPA dan PPAS Tahun Anggaran 2026
Final Piala Ajang 17 Agustus ke-81: Semangat Kemerdekaan Eratkan Kekeluargaan PT Socfindo Kebun Seunagan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Ketua DPD NasDem M. Nasir Gelar Pertemuan Bersama Kader di Kediamannya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Setahun Nanda–Anton Memimpin Pesawaran, Publik Menagih Bukti Perubahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Bupati Batu Bara Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Sambut Kunjungan Dankodaeral

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Semarak Maulid Nabi 1448 H di Dusun Binong, Warga Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:21 WIB

RDP Konflik Lahan Pitung Tiyuh, BPN dan PTPN I Tak Hadir, DPRD Pesawaran Ancam Bentuk Pansus

Berita Terbaru