Pria Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Bacok di Kebun Sawit Socfindo Matapao

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serdang Bedagai // BerswaraFakta.com

Warga Desa Matapao dan Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria dalam kondisi mengenaskan di areal perkebunan kelapa sawit milik Socfindo Matapao, Kamis (30/04/2026).

Korban diketahui bernama Suriadi Sutoyo alias Gendon (45), warga Dusun IV Desa Matapao. Ia ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan tidak bernyawa dengan sejumlah luka bacokan parah di tubuhnya, terutama pada bagian tangan dan kepala. Kondisi tersebut menguatkan dugaan sementara bahwa korban merupakan korban tindak pidana pembunuhan.

Peristiwa ini bermula saat petugas keamanan perkebunan, Rahmad (54), menemukan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter tanpa pelat nomor yang diduga milik korban dalam kondisi mencurigakan di area blok 33, sekitar pukul 08.00 WIB.

Komandan Regu Keamanan, Sumardi (55), mengungkapkan bahwa pihaknya merasa janggal dengan keberadaan kendaraan tersebut. Kecurigaan semakin menguat setelah ditemukan sarung parang serta bercak darah di sekitar lokasi.

“Awalnya motor ditemukan anggota, tapi karena merasa tidak biasa, kami kembali mengecek. Benar saja, ada sarung parang dan darah, sehingga kami langsung mengumpulkan tim dan berkoordinasi dengan TNI untuk melakukan pencarian,” ujar Sumardi.

Tim keamanan kemudian mendatangi kediaman korban untuk melakukan konfirmasi. Berdasarkan keterangan istri korban, Suriadi tidak pulang sejak malam sebelumnya dan nomor teleponnya tidak dapat dihubungi. Padahal, korban biasanya sudah tiba di rumah sekitar pukul 23.00 WIB atau paling lambat tengah malam.

Pencarian intensif akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 200 meter dari lokasi sepeda motor ditemukan.

Diketahui, korban sehari-hari bekerja sebagai penggembala kambing dan lembu serta kerap mencari rumput di sekitar area perkebunan. Warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang baik dan mudah bergaul.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, personel Polsek Teluk Mengkudu bersama tim Satreskrim Polres Serdang Bedagai langsung turun ke lokasi. Tim Inafis yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Binrod Situngkir melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.

Jenazah korban telah dievakuasi untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan tersebut.

(Warianto)

Berita Terkait

From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen
Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Beyond Reality: Exploring the Future of Gaming with Virtual Reality Technology
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:04 WIB

Pria Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Bacok di Kebun Sawit Socfindo Matapao

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:38 WIB

From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:02 WIB

Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

Selasa, 28 Maret 2023 - 22:58 WIB

Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Selasa, 28 Maret 2023 - 22:50 WIB

Beyond Reality: Exploring the Future of Gaming with Virtual Reality Technology

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Batu Bara Dukung Penuh Proyek Hilirisasi Presiden RI

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WIB

There are concerns about the impact of tourism on Bali's water resources, as well as the strain that large numbers of tourists can put on cultural sites and natural attractions.

Adat Budaya

Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Rabu, 29 Apr 2026 - 05:01 WIB