Diplomasi Total Pancasila Dinilai Penting di Tengah Perebutan Pengaruh Global

Senin, 25 Mei 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, BerswaraFakta.com – Pergeseran geopolitik global yang semakin tajam dinilai menuntut Indonesia memperkuat strategi diplomasi sekaligus menjaga soliditas nasional. Persaingan negara-negara besar yang kini berfokus pada penguasaan energi masa depan dan mineral kritis rare earth elements disebut menjadi tantangan baru bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.Senin,25 Mei 2026.

Pengamat menilai langkah pemerintah membangun hubungan dengan berbagai kekuatan dunia merupakan bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional di tengah rivalitas internasional yang terus meningkat.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra sebelumnya pernah menyinggung posisi strategis Indonesia yang berada di jalur silang kepentingan global. Kondisi tersebut membuat Indonesia harus cermat dalam menentukan arah diplomasi dan kebijakan pertahanan nasional.

Selain faktor geografis, kekayaan sumber daya alam Indonesia juga dinilai menjadi faktor penting dalam dinamika geopolitik kawasan. Indonesia diketahui memiliki cadangan nikel terbesar dunia yang menjadi salah satu komponen utama industri baterai kendaraan listrik dan teknologi energi baru.

Dalam situasi tersebut, muncul gagasan mengenai pentingnya Diplomasi Total Pancasila, yakni pendekatan yang mengombinasikan diplomasi ekonomi, geopolitik, budaya, dan moral dalam menjaga kedaulatan negara.

Pamong Pancasila Martin Sembiring menilai ancaman terhadap bangsa tidak selalu berbentuk agresi terbuka, melainkan juga dapat hadir melalui perpecahan sosial, infiltrasi kepentingan, hingga perang informasi yang berpotensi melemahkan persatuan nasional.

“Kenali dengan pasti siapa kita, dan siapa lawan kita,” ujarnya dalam pandangan kebangsaan mengenai pentingnya kewaspadaan nasional.

Menurutnya, kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada diplomasi luar negeri, tetapi juga pada kemampuan menjaga persatuan rakyat dan ketahanan institusi negara.

Di tengah meningkatnya tensi kawasan Indo-Pasifik, Indonesia dinilai perlu mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan tetap membangun hubungan strategis dengan berbagai negara tanpa kehilangan independensi nasional.

Semangat kemandirian nasional yang pernah digaungkan Presiden pertama RI Sukarno dinilai masih relevan dalam menghadapi tekanan geopolitik modern. Indonesia disebut harus tetap berdiri sebagai negara berdaulat yang mampu menentukan arah kebijakannya sendiri di tengah perubahan tatanan dunia.

(Ir.Martin Sembiring.ST.MT)

Berita Terkait

DPC PKB Pesawaran Perkuat Konsolidasi, Siap Jalankan Arahan DPP dan DPW PKB Lampung
Indonesia di Persimpangan: Krisis Moral, Integritas, dan Kepercayaan Rakyat
Bukan Soal Menang Debat, Tapi Soal Damai, Martin Sembiring Ajak Masyarakat Utamakan Perdamaian
Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter
Pemkab Batu Bara Resmi Buka Pemusatan Diklat Paskibraka 2026, Cetak Generasi Berkarakter Pancasila
Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
KBPP Polri Perkuat Dukungan Transformasi Digital Polri, SIGER Lampung Presisi Diperkenalkan di Forum Nasional
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:28 WIB

DPC PKB Pesawaran Perkuat Konsolidasi, Siap Jalankan Arahan DPP dan DPW PKB Lampung

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Indonesia di Persimpangan: Krisis Moral, Integritas, dan Kepercayaan Rakyat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Bukan Soal Menang Debat, Tapi Soal Damai, Martin Sembiring Ajak Masyarakat Utamakan Perdamaian

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:11 WIB

Pemkab Batu Bara Resmi Buka Pemusatan Diklat Paskibraka 2026, Cetak Generasi Berkarakter Pancasila

Berita Terbaru