Ibu Kandung Aisyah Aqila Didampingi Kuasa Hukum Laporkan Kematian Putrinya ke Polres Pringsewu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU. Berswarafakta.com. Selasa 18 Agustus 2026 Yuniarti, ibu kandung almarhumah Aisyah Aqila Fazilayusra, didampingi tim kuasa hukum mendatangi Polres Pringsewu, Lampung, Selasa (18/8/2026). Kedatangan mereka untuk membuat laporan polisi terkait meninggalnya Aisyah saat mengikuti kegiatan Pramuka.

Yuniarti datang bersama tim kuasa hukum yang terdiri dari Dr. (Can.) Nurul Hidayah, S.H., M.H., CPM., Nova Eva Chotifah, S.H., M.H., CPM., Eka Yanti, S.H., CPM., dan Hertanto Andanawarih, S.H.

Laporan tersebut ditempuh keluarga sebagai langkah hukum untuk meminta agar peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Aisyah dapat ditangani dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Berdasarkan keterangan keluarga yang disampaikan kepada media, Aisyah merupakan siswi sekolah dasar di wilayah Desa Margakaya, Kabupaten Pringsewu.

Sebelum meninggal dunia, Aisyah disebut mengikuti kegiatan Pramuka yang berkaitan dengan pengenalan atau pencarian obat-obatan herbal. Dalam kegiatan tersebut, Aisyah dilaporkan mengalami insiden terjatuh dari tebing.

Namun, rangkaian kejadian secara lengkap, termasuk penyebab dan kondisi yang melatarbelakangi peristiwa tersebut, masih menunggu proses penanganan oleh aparat penegak hukum.

Setelah membuat laporan, pihak keluarga bersama kuasa hukum menyampaikan bahwa proses pelaporan di Polres Pringsewu berjalan dengan lancar. Selanjutnya, mereka menyerahkan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian sesuai tahapan hukum yang berlaku.

Kuasa hukum keluarga, Dr. (Can.) Nurul Hidayah, S.H., M.H., CPM., yang akrab disapa Bunda Nurul, berharap perkara tersebut dapat ditangani secara profesional dan transparan.

“Kami berharap perkara ini dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga seluruh fakta dan penyebab kejadian dapat diketahui secara terang dan memberikan keadilan bagi keluarga almarhumah.”

Pihak keluarga berharap laporan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Aisyah.

Keluarga dan kuasa hukum juga berharap proses hukum berjalan sesuai prosedur serta seluruh fakta dapat diperiksa secara objektif.

Sementara itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepastian mengenai rangkaian dan penyebab peristiwa diharapkan dapat diketahui setelah proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum dilakukan.

(Endarsyah)

Berita Terkait

Polres Simalungun Cek Lokasi Usaha Pijat Refleksi Terkait Informasi Dugaan Judi Tembak Ikan
Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Dusun Gariang, Excavator Disinyalir Gunakan Solar Subsidi
Dugaan Excavator Galian C Gunung Maria Gunakan BBM Bersubsidi, Kanit Pidsus: “Segera Kami Cek”
Sengketa Tanah Durin Jangak, Warga Minta Dokumen dan Objek Tanah Diverifikasi Bersama
Penasihat Hukum Bantah M. Ikbaluddin Lakukan Pemerasan, Sebut Ada Dugaan Jebakan
Diduga Miliki Narkoba, Dua Pria Diamankan URC Polsek Labuhan Maringgai
PERNYATAAN SIKAP FORUM MASYARAKAT PESAWARAN BERSATU (FMPB)
Advokat Senior Nurul Hidayah Apresiasi Respons Cepat Polres Pringsewu Tindaklanjuti Laporan Masyarakat
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:59 WIB

Polres Simalungun Cek Lokasi Usaha Pijat Refleksi Terkait Informasi Dugaan Judi Tembak Ikan

Senin, 14 September 2026 - 13:13 WIB

Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Dusun Gariang, Excavator Disinyalir Gunakan Solar Subsidi

Jumat, 11 September 2026 - 23:43 WIB

Dugaan Excavator Galian C Gunung Maria Gunakan BBM Bersubsidi, Kanit Pidsus: “Segera Kami Cek”

Selasa, 8 September 2026 - 20:18 WIB

Sengketa Tanah Durin Jangak, Warga Minta Dokumen dan Objek Tanah Diverifikasi Bersama

Senin, 7 September 2026 - 23:02 WIB

Penasihat Hukum Bantah M. Ikbaluddin Lakukan Pemerasan, Sebut Ada Dugaan Jebakan

Berita Terbaru