Vonis Bebas Mantan Irjen Pol Bambang Ghiri Digugat, Kejari Tebing Tinggi Ajukan Banding Kasus Korupsi Smartboard

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEBING TINGGI. Berswarafakta.com Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi resmi mengajukan upaya hukum banding atas putusan bebas terhadap terdakwa Irjen Pol (Purn) Bambang Ghiri Arianto dalam perkara dugaan korupsi pengadaan papan tulis interaktif (smartboard) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebing Tinggi.

Putusan bebas tersebut sebelumnya dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rizaldi, membenarkan pengajuan banding tersebut. Menurutnya, langkah itu ditempuh karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sependapat dengan sejumlah pertimbangan majelis hakim tingkat pertama.

“Kami menyatakan upaya hukum banding karena Majelis Hakim tidak menetapkan status barang bukti dalam putusannya. Bagi kami, ini merupakan aspek krusial yang perlu dikaji ulang,” ujar Rizaldi, Senin (24/8/2026).

Rizaldi menegaskan, pengajuan banding tersebut merupakan bagian dari sikap Kejaksaan dalam menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi, termasuk kasus yang berkaitan dengan penggunaan anggaran pendidikan.

Terkait hasil upaya hukum tersebut, Rizaldi menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim yang memeriksa perkara di tingkat banding.

“Apakah banding diterima atau ditolak, itu merupakan ranah dan kewenangan penuh hakim pemeriksa perkara di tingkat banding,” katanya.

Kasus Pengadaan 93 Unit Smartboard

Perkara ini bermula dari pengadaan 93 unit smartboard untuk SMP Negeri se-Kota Tebing Tinggi pada Tahun Anggaran 2024.

Bambang Ghiri Arianto, yang diketahui juga menjabat sebagai Direktur PT Gunung Emas Ekaputra, sebelumnya dituntut JPU dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan.

Namun, Majelis Hakim Tipikor PN Medan memutuskan membebaskan Bambang Ghiri Arianto dari seluruh dakwaan.

Sementara itu, dalam perkara terpisah yang masih berkaitan dengan kasus tersebut, dua terdakwa lainnya, yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebing Tinggi, Idam Khalid, serta Direktur Utama PT Bismacindo Perkasa, Budi Pranoto Seputra, masing-masing telah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan.

Dengan diajukannya banding oleh Kejari Tebing Tinggi, proses hukum perkara dugaan korupsi pengadaan smartboard tersebut masih berlanjut.

Kini, putusan di tingkat banding akan menentukan apakah vonis bebas terhadap Bambang Ghiri Arianto tetap dipertahankan atau justru diubah oleh pengadilan tingkat banding.

(Warianto)

Berita Terkait

Polres Simalungun Cek Lokasi Usaha Pijat Refleksi Terkait Informasi Dugaan Judi Tembak Ikan
Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Dusun Gariang, Excavator Disinyalir Gunakan Solar Subsidi
Dugaan Excavator Galian C Gunung Maria Gunakan BBM Bersubsidi, Kanit Pidsus: “Segera Kami Cek”
Sengketa Tanah Durin Jangak, Warga Minta Dokumen dan Objek Tanah Diverifikasi Bersama
Penasihat Hukum Bantah M. Ikbaluddin Lakukan Pemerasan, Sebut Ada Dugaan Jebakan
Diduga Miliki Narkoba, Dua Pria Diamankan URC Polsek Labuhan Maringgai
PERNYATAAN SIKAP FORUM MASYARAKAT PESAWARAN BERSATU (FMPB)
Advokat Senior Nurul Hidayah Apresiasi Respons Cepat Polres Pringsewu Tindaklanjuti Laporan Masyarakat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:59 WIB

Polres Simalungun Cek Lokasi Usaha Pijat Refleksi Terkait Informasi Dugaan Judi Tembak Ikan

Senin, 14 September 2026 - 13:13 WIB

Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Dusun Gariang, Excavator Disinyalir Gunakan Solar Subsidi

Jumat, 11 September 2026 - 23:43 WIB

Dugaan Excavator Galian C Gunung Maria Gunakan BBM Bersubsidi, Kanit Pidsus: “Segera Kami Cek”

Selasa, 8 September 2026 - 20:18 WIB

Sengketa Tanah Durin Jangak, Warga Minta Dokumen dan Objek Tanah Diverifikasi Bersama

Senin, 7 September 2026 - 23:02 WIB

Penasihat Hukum Bantah M. Ikbaluddin Lakukan Pemerasan, Sebut Ada Dugaan Jebakan

Berita Terbaru