MEDAN. Berswarafakta.com Ribuan jemaah menghadiri puncak perayaan Milad ke-13 Majelis Taklim Halimah yang dirangkai dengan Haul Almarhum Risky Adiguna di Medan International Convention Centre (MICC), Kamis (27/8/2026).
Lebih dari 1.000 jemaah memadati lokasi acara. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru, terutama saat rangkaian doa dan tahlil ditujukan untuk Almarhum Risky Adiguna, putra Pimpinan Majelis Taklim Halimah, Bunda Indah, yang telah wafat lima tahun lalu.

Acara diawali dengan lantunan Tahtim Quran dan Tahlil Akbar yang dipimpin Ustad Anhar. Selanjutnya, Ustad Dr. H. Amhar Nasution, MA, menyampaikan tausiah yang mengajak jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT.
Dihadiri Tokoh Lintas Elemen
Milad ke-13 Majelis Taklim Halimah turut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai elemen masyarakat.
Gubernur Sumatera Utara diwakili Asisten Kesejahteraan Rakyat, Drs. Basarin Yusni Tanjung, M.Si. Hadir pula perwakilan Kapoltabes Medan melalui Kasat Binmas, perwakilan Plt Bupati Langkat melalui Staf Ahli Syafrizal, S.Sos., M.Si., serta Ketua Umum GRIB Sumatera Utara, Samsul Tarigan.

Tokoh lintas agama, Dr. Parlindungan Purba, SH., MH., yang juga Konsul Korea untuk Sumatera Utara, turut hadir. Sejumlah pelaku usaha, di antaranya Owner Jona Garden Deny Reza, ST., dan Owner Aroma Suhardi, juga memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai elemen itu dinilai menunjukkan bahwa Majelis Taklim Halimah tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga wadah yang mempererat silaturahmi dan kerukunan masyarakat.
Memasuki Usia 13 Tahun, Dorong Kemandirian
Ketua Panitia, Tartila Masyarsh Nasution, mengatakan usia 13 tahun menjadi momentum penting bagi Majelis Taklim Halimah untuk semakin matang dalam menjalankan organisasi dan pembinaan umat.
“Tiga belas tahun adalah angka yang simbolis, menandakan majelis ini telah memasuki fase dewasa. Sebuah fase di mana kematangan organisasi dan keimanan jemaah semakin teruji,” ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Perempuan Sumatera Utara, Rosma Nurlely Siregar, menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi bagi kaum perempuan. Menurutnya, majelis taklim dapat menjadi ruang bagi para ibu untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sehingga kemandirian ekonomi berjalan seiring dengan kemandirian spiritual.
Dr. Parlindungan Purba juga mengapresiasi konsistensi Majelis Taklim Halimah dalam membangun harmoni sosial dan merangkul berbagai elemen masyarakat.
Bunda Indah: Jangan Takut Miskin, Jangan Mengemis
Pesan utama disampaikan Pimpinan Majelis Taklim Halimah, Bunda Indah. Dengan penuh haru, ia mengenang ibunya, Nyonya Halimah, yang menjadi asal nama majelis, serta putranya, Risky Adiguna.
“Di usia ke-13 ini, saya mendedikasikan acara untuk kedua orang tersayang saya. Semoga Risky Adiguna ditempatkan di surga yang terbaik,” tutur Bunda Indah.
Di balik suasana haru tersebut, Bunda Indah menegaskan pentingnya membangun mentalitas umat yang mandiri. Ia meminta jemaah tidak terbiasa mengandalkan bantuan pejabat maupun pengusaha dalam setiap kegiatan.
“Jangan takut miskin. Dan yang paling penting, jangan biasakan setiap kegiatan membuat proposal untuk meminta bantuan pejabat atau pengusaha. Kami punya banyak pendukung, tapi kami memilih untuk mandiri. Acara sebesar ini kami biayai sendiri tanpa meminta sumbangan paksa,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak saling takut. Menurutnya, perbedaan organisasi maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersama-sama melakukan kebaikan.
Pemprov Sumut Apresiasi Kemandirian
Asisten Kesra Pemprov Sumut, Basarin Yusni Tanjung, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Majelis Taklim Halimah yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini yang mampu menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kualitas spiritual masyarakat tanpa membebani anggaran daerah,” katanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Endang Efendi yang menggambarkan ketangguhan Bunda Indah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, kemudian pembagian door prize kepada jemaah.
Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib dan lancar. Milad ke-13 Majelis Taklim Halimah dan Haul Almarhum Risky Adiguna tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, pembinaan keagamaan, serta semangat kemandirian umat.
(Warianto)






