NAGAN RAYA, berswarafakta.com Sejumlah unsur pimpinan dan struktur internal Partai Aceh (PA) di Kabupaten Nagan Raya menggelar rapat koordinasi dan musyawarah untuk membahas arah konsolidasi organisasi serta penguatan tata kelola kepartaian di tingkat daerah, Minggu (14/6/2026).
Musyawarah tersebut dihadiri Ketua Tuha 4 Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya, Abu Rajali Misra, bersama Ketua Tuha 4 KPA, Tgk Abdul Rasyid, beserta jajaran anggota. Hadir pula Ketua Tuha 8 Kabupaten Nagan Raya, Darmi, serta unsur staf dan perangkat organisasi lainnya.
Dalam forum itu, para peserta menyampaikan bahwa musyawarah merupakan bagian dari upaya menjaga soliditas dan keberlangsungan Partai Aceh di Kabupaten Nagan Raya.
Selain menjadi ruang koordinasi internal, pertemuan tersebut juga bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis guna mendorong kemajuan organisasi ke depan.
Berdasarkan hasil pembahasan, peserta musyawarah menilai perlunya penyegaran dan penguatan kepemimpinan di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya.
Aspirasi tersebut muncul dari hasil pengamatan dan evaluasi internal terhadap dinamika organisasi yang berkembang selama ini.
Peserta rapat juga menilai bahwa keterbukaan serta komunikasi organisasi perlu ditingkatkan untuk memperkuat kepercayaan kader dan meningkatkan efektivitas jalannya roda partai di daerah.
Atas dasar pertimbangan tersebut, forum musyawarah menyampaikan permohonan kepada Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf, agar memberikan perhatian terhadap aspirasi yang berkembang di tingkat kabupaten. Mereka berharap pimpinan partai dapat mempertimbangkan rekomendasi terkait penunjukan kepemimpinan di DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya.
Sebagai hasil musyawarah, forum mengusulkan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Dua nama yang diajukan sebagai usulan, yakni Samsuar, SE (Wan Malaya) dan Said Isa Quraisy, S.Sos.
Para peserta menilai, sosok yang nantinya diberikan mandat diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka, memperkuat koordinasi antarstruktur, serta menghadirkan kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan organisasi dan kader di tingkat daerah.
Pihak yang hadir dalam musyawarah menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama demi kepentingan organisasi, bukan untuk kepentingan individu maupun kelompok tertentu. Mereka berharap proses pengambilan keputusan di tingkat pimpinan partai dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dengan mengedepankan semangat kebersamaan.
Musyawarah ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan internal serta mendukung setiap keputusan yang nantinya ditetapkan oleh pimpinan Partai Aceh demi kemajuan organisasi di Kabupaten Nagan Raya.
(Yusuf)






