Investasi Negara Harus Tepat Sasaran, Program MBG Diminta Berjalan Presisi

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebijakan investasi negara melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang difokuskan bagi keluarga berpenghasilan di bawah UMR guna mendukung gizi anak dan ekonomi rakyat kecil.

Ilustrasi kebijakan investasi negara melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang difokuskan bagi keluarga berpenghasilan di bawah UMR guna mendukung gizi anak dan ekonomi rakyat kecil.

MEDAN, berswarafakta.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai langkah positif pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara tepat sasaran agar tidak menjadi sekadar seremoni kebijakan tanpa dampak nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan dalam tulisan opini Khairul Mahalli yang menekankan pentingnya presisi dalam penggunaan anggaran negara. Menurutnya, setiap kebijakan yang menggunakan uang rakyat harus dihitung secara cermat agar tidak menimbulkan pemborosan fiskal.

“Uang negara bukan kantong ajaib. Sumbernya adalah pajak rakyat, sehingga setiap rupiah harus digunakan secara tepat,” tulis Khairul Mahalli.

Ia menilai bantuan pangan sebaiknya difokuskan kepada keluarga dengan penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Sebab, kelompok tersebut merupakan lapisan masyarakat yang paling rentan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak akibat tekanan ekonomi sehari-hari.

Selain bantuan pangan, Khairul juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, program gizi tidak akan optimal jika lingkungan sekolah masih minim fasilitas dasar seperti sanitasi, air bersih, dan kondisi bangunan yang layak.

“Sekolah harus menjadi tempat yang sehat dan bermartabat bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia juga mendorong pembangunan fasilitas pendidikan mengutamakan material lokal dan tenaga kerja dalam negeri sebagai bentuk penguatan kedaulatan konstruksi nasional sekaligus mendukung ekonomi masyarakat.

Dalam tulisannya, Khairul Mahalli turut mengusulkan pembentukan lembaga independen di tingkat kecamatan untuk menjadi sumber data tunggal penerima bantuan. Langkah tersebut dinilai penting guna menghindari potensi intervensi politik dalam proses pendataan masyarakat penerima manfaat.

Menurutnya, data yang bersih dan independen akan memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Tak hanya itu, program MBG juga dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi desa apabila dikelola berbasis ekosistem lokal. Kebutuhan pangan seperti telur, sayur, hingga bahan pokok lainnya diharapkan dapat dipasok langsung oleh peternak dan petani sekitar.

Dengan pola tersebut, perputaran anggaran negara tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat kecil di daerah.

“Negara yang bijak adalah negara yang tahu batas kemampuannya, lalu menggunakan kemampuan itu untuk menolong rakyat yang paling membutuhkan,” tulisnya menutup opini.

Oleh: Khairul Mahalli
Martin Sembiring (PakJaras)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Hadiri Pelepasan Jenazah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan
Kepastian Pasokan Solar Industri B40 Dinilai Penting bagi Kelancaran Operasional Sektor Industri dan Maritim
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Soroti Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi Nasional
Tokoh Masyarakat Minta Penjelasan Transparan Terkait Dugaan Paparan Asap Ganja
Menggugat Seperempat Abad Reformasi : Mengembalikan Jiwa Pancasila dari Arah Liberalisasi Legislasi
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Indonesia Berduka
Kedaulatan Rupiah: Mempersempit Ruang Spekulasi
CEO HEY Jelaskan Latar Belakang Penggunaan Nama “Habibie” pada Lembaga Pendidikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 23:45 WIB

Presiden Prabowo Hadiri Pelepasan Jenazah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan

Senin, 1 Juni 2026 - 22:38 WIB

Kepastian Pasokan Solar Industri B40 Dinilai Penting bagi Kelancaran Operasional Sektor Industri dan Maritim

Senin, 1 Juni 2026 - 13:12 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Soroti Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi Nasional

Senin, 1 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tokoh Masyarakat Minta Penjelasan Transparan Terkait Dugaan Paparan Asap Ganja

Senin, 1 Juni 2026 - 08:58 WIB

Menggugat Seperempat Abad Reformasi : Mengembalikan Jiwa Pancasila dari Arah Liberalisasi Legislasi

Berita Terbaru