Makna Hari Kurban: Momentum Ketakwaan dan Solidaritas Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, berswarafakta.com – Hari Raya Iduladha atau yang dikenal sebagai hari kurban bukan sekadar perayaan keagamaan semata, melainkan memiliki makna mendalam tentang ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan umat Islam rabu,27 Mei 2026.

Peristiwa kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS yang menunjukkan kepatuhan luar biasa kepada Allah SWT dengan kesediaannya mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Dari kisah tersebut, umat Islam diajarkan untuk menempatkan perintah Allah di atas kepentingan pribadi.

Selain menjadi simbol ketaatan, ibadah kurban juga mengandung nilai keikhlasan dalam berkorban. Tidak hanya dalam bentuk harta, tetapi juga waktu, tenaga, dan kepentingan pribadi demi kemaslahatan bersama.

Hari kurban turut memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat. Daging hewan kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian, persaudaraan, dan pemerataan rezeki.

Momentum Iduladha juga dimaknai sebagai upaya membersihkan diri dari sifat-sifat buruk seperti keserakahan, egoisme, iri hati, dan kesombongan. Dengan berkurban, umat Islam diajak untuk menumbuhkan hati yang ikhlas dan penuh empati terhadap sesama.

Tak hanya itu, suasana kebersamaan saat salat Iduladha, penyembelihan hewan kurban, hingga pembagian daging menjadi sarana mempererat persatuan dan gotong royong di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
— QS. Al-Hajj: 37

Ayat tersebut menegaskan bahwa inti ibadah kurban bukan terletak pada hewan yang disembelih, melainkan pada ketulusan hati, keikhlasan, dan ketakwaan umat kepada Allah SWT.

Dengan semangat Iduladha, masyarakat diharapkan mampu memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan persaudaraan demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh keberkahan.

(Redaksi Berswarafakta.com)

Berita Terkait

Pemkab Batu Bara Tegaskan Komitmen Salurkan Insentif bagi Bilal Mayit, Penggali Kubur, dan Guru Mengaji
“Perang Tidak Diberkati Tuhan”, Paus Leo XIV Serukan Gereja Hadir bagi Dunia yang Terluka
Sambut 10 Muharram 1448 H, Yayasan Hajjah Hardini Muksalamina Gelar Santunan Anak Yatim dan Beri Penghargaan Santri Berprestasi
Bupati Baharuddin Apresiasi Kafilah Batu Bara Raih Sederet Prestasi di MTQ ke-40 Sumut 2026
Bupati Baharuddin Beri Semangat Kafilah Batu Bara yang Lolos Final MTQ ke-40 Sumut
Plaza Kerukunan IKN Jadi Simbol Toleransi dan Ruang Ibadah Lintas Agama
Tradisi Ambengan di Pemakaman Desa Bagelen Sambut Tahun Baru Islam dan HUT Desa ke-121
Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan MTQ Sumut ke-40, Beri Semangat Kafilah Raih Prestasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:31 WIB

Pemkab Batu Bara Tegaskan Komitmen Salurkan Insentif bagi Bilal Mayit, Penggali Kubur, dan Guru Mengaji

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:51 WIB

“Perang Tidak Diberkati Tuhan”, Paus Leo XIV Serukan Gereja Hadir bagi Dunia yang Terluka

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:27 WIB

Sambut 10 Muharram 1448 H, Yayasan Hajjah Hardini Muksalamina Gelar Santunan Anak Yatim dan Beri Penghargaan Santri Berprestasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:11 WIB

Bupati Baharuddin Apresiasi Kafilah Batu Bara Raih Sederet Prestasi di MTQ ke-40 Sumut 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:52 WIB

Bupati Baharuddin Beri Semangat Kafilah Batu Bara yang Lolos Final MTQ ke-40 Sumut

Berita Terbaru