Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Soroti Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi Nasional

Senin, 1 Juni 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, berswarafakta.com – Momentum Hari Lahir Pancasila kembali memunculkan diskusi mengenai arah pembangunan ekonomi nasional, termasuk isu kedaulatan Rupiah, penguatan industri dalam negeri, dan posisi Indonesia dalam sistem ekonomi global.

Sejumlah kalangan menilai nilai-nilai Pancasila perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada kepentingan nasional. Salah satu pandangan tersebut disampaikan oleh Martin Sembiring yang dikenal sebagai Pamong Pancasila.

Menurut Martin, Indonesia perlu memperkuat penerapan konsep Ekonomi Pancasila yang berlandaskan asas kekeluargaan dan penguasaan negara terhadap sektor-sektor strategis. Ia menilai berbagai kebijakan ekonomi pasca-Reformasi perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan ketergantungan yang berlebihan terhadap mekanisme pasar global.

“Momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi refleksi untuk memperkuat kembali kedaulatan ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (1/6).

Isu tersebut mengemuka di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap berbagai mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Ekonom Jenni Retno Vincentia menilai tekanan terhadap Rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan kondisi fundamental ekonomi domestik. Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi relatif terjaga dibandingkan banyak negara di kawasan.

Meski demikian, pelemahan nilai tukar tetap berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya produksi industri, serta daya beli masyarakat apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pakar perdagangan internasional Khairul Mahalli menilai penguatan tata niaga ekspor dan pengelolaan devisa hasil ekspor dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat posisi ekonomi nasional.

Menurutnya, optimalisasi devisa hasil ekspor, peningkatan hilirisasi industri, serta penguatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional dapat meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak eksternal.

“Pengelolaan ekspor yang terintegrasi dan efisien dapat memperbesar manfaat ekonomi yang diterima di dalam negeri,” katanya.

Sejumlah regulasi dinilai dapat menjadi landasan bagi upaya tersebut, antara lain Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, serta Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada pembentukan Danantara atau Daya Anagata Nusantara sebagai superholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menyatakan lembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas investasi nasional, mendorong pembiayaan proyek strategis, dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Pengamat menilai keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, transparansi, serta pengawasan yang kuat guna memastikan pengelolaan aset negara berjalan efektif dan akuntabel.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi momentum untuk kembali membahas hubungan antara nilai-nilai dasar bangsa dan kebijakan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang terus berkembang, berbagai pihak menilai penguatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tujuan utama yang sejalan dengan amanat sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

 

(Ir.Martin Sembiring.ST.MT)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Hadiri Pelepasan Jenazah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan
Kepastian Pasokan Solar Industri B40 Dinilai Penting bagi Kelancaran Operasional Sektor Industri dan Maritim
Pemkab Batu Bara Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih
Tokoh Masyarakat Minta Penjelasan Transparan Terkait Dugaan Paparan Asap Ganja
Menggugat Seperempat Abad Reformasi : Mengembalikan Jiwa Pancasila dari Arah Liberalisasi Legislasi
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Indonesia Berduka
Kedaulatan Rupiah: Mempersempit Ruang Spekulasi
CEO HEY Jelaskan Latar Belakang Penggunaan Nama “Habibie” pada Lembaga Pendidikan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 23:45 WIB

Presiden Prabowo Hadiri Pelepasan Jenazah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan

Senin, 1 Juni 2026 - 22:38 WIB

Kepastian Pasokan Solar Industri B40 Dinilai Penting bagi Kelancaran Operasional Sektor Industri dan Maritim

Senin, 1 Juni 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Batu Bara Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih

Senin, 1 Juni 2026 - 13:12 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Soroti Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi Nasional

Senin, 1 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tokoh Masyarakat Minta Penjelasan Transparan Terkait Dugaan Paparan Asap Ganja

Berita Terbaru