Jakarta, berswarafakta.com – Peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera memicu sorotan terhadap kondisi infrastruktur transmisi dan sistem pemeliharaan jaringan listrik nasional. Senin,08 Juni 2026.
Perhatian publik mengarah pada robohnya sejumlah menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV pada jalur Galang–Simangkuk yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya pasokan listrik di wilayah tersebut.
Sejumlah pengamat menilai insiden tersebut perlu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan infrastruktur kelistrikan. Mereka menyoroti pentingnya penerapan pemeliharaan prediktif (predictive maintenance) guna mendeteksi potensi gangguan sebelum terjadi kerusakan yang berdampak luas.
Menurut sejumlah kalangan, penggunaan teknologi pemantauan berbasis sensor, Internet of Things (IoT), serta sistem deteksi dini terhadap kondisi struktur menara transmisi perlu diperkuat untuk mengurangi risiko gangguan serupa di masa mendatang.
Selain aspek teknis, perhatian juga tertuju pada tata kelola anggaran pemeliharaan yang melibatkan berbagai entitas usaha di lingkungan PLN. Struktur holding dan subholding yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir dinilai perlu dievaluasi guna memastikan efektivitas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Pengamat mendorong dilakukannya audit investigatif independen terhadap kondisi fisik menara transmisi, termasuk pemeriksaan fondasi, tingkat korosi material, serta pelaksanaan program pemeliharaan yang selama ini berjalan. Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan kesesuaian antara laporan administrasi dan kondisi aktual di lapangan.
Di sisi lain, DPR RI melalui komisi terkait didorong untuk meminta penjelasan resmi dari manajemen PLN mengenai penyebab insiden, langkah penanganan yang dilakukan, serta upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Apabila dalam proses pengawasan ditemukan indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran atau pelaksanaan proyek pemeliharaan, sejumlah pihak menilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh lembaga yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini ditulis, pihak PLN masih melakukan investigasi terkait penyebab pasti robohnya menara transmisi serta dampaknya terhadap sistem kelistrikan di Sumatera.
Peristiwa blackout tersebut menjadi pengingat pentingnya keandalan infrastruktur ketenagalistrikan nasional mengingat listrik merupakan layanan publik yang berperan vital dalam mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
(Ir. Martin Sembiring.ST.MT)






