PESAWARAN. Berswarafakta.com AF menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait persoalan yang sebelumnya diberitakan sejumlah media dan dikaitkan dengan dugaan penganiayaan terhadap wartawan media Jejak Kriminal, Erwansyah.
Klarifikasi tersebut disampaikan AF pada Kamis (20/8/2026). Ia mengatakan menyesalkan persoalan yang terjadi dan berharap peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih besar.
AF juga mengajak Erwansyah dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui komunikasi dan musyawarah secara baik-baik.
Menurut keterangan AF, persoalan tersebut bermula pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 14.21 WIB. Saat itu, ia mengaku dihubungi seseorang bernama Ikbal untuk bersilaturahmi di Bunut Seberang, Dusun Harapan Jaya, di lokasi tempat AF bekerja.
Sebelum menuju lokasi, AF mengatakan telah menghubungi rekan kerjanya, Saprudin, yang saat itu berada di tempat tersebut.
AF mengaku telah meminta agar suasana di lokasi tetap dijaga dan seluruh pihak saling menghormati. Ia menyebut kondisi dirinya ketika itu sedang kurang sehat dan tengah menghadapi sejumlah persoalan.
Namun, setibanya di lokasi, AF mengatakan situasi yang ditemuinya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Berdasarkan keterangannya, terjadi persoalan terkait sikap salah seorang tamu yang sebelumnya tidak dikenalnya. AF merasa terdapat sikap yang menurutnya kurang menghargai dirinya sebagai pihak yang bekerja dan bertanggung jawab di lokasi tersebut.
Ia kemudian mengaku memberikan teguran agar seluruh pihak saling menghormati.
“Menurut saya saat itu ada sikap yang kurang sopan dan saya sudah mencoba mengingatkan. Namun karena terjadi kesalahpahaman dan situasi menjadi kurang kondusif, saya kemudian menegur bahwa kita harus saling menghargai, terlebih mereka berada sebagai tamu di tempat tersebut,” ujar AF.
AF menegaskan tidak bermaksud memperpanjang persoalan. Ia mengatakan setelah terjadi kesalahpahaman, kedua belah pihak kemudian saling meminta maaf dan berjabat tangan.
Namun, AF mengaku terkejut setelah pada Rabu (19/8/2026) muncul pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penganiayaan terhadap Erwansyah.
Menurut AF, pemberitaan tersebut belum menggambarkan secara utuh kronologi kejadian berdasarkan sudut pandangnya. Karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar masyarakat memperoleh informasi dari pihaknya.
Meski demikian, AF menyampaikan permohonan maaf apabila dalam peristiwa tersebut terdapat perkataan yang dianggap kasar, sikap yang kurang berkenan, atau tindakan yang dinilai berlebihan.
“Saya menyesalkan apa yang sudah terjadi. Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada perkataan yang kasar atau tindakan saya yang mungkin dianggap berlebihan. Saya tidak ingin persoalan ini menjadi panjang. Saya berharap kita bisa duduk bersama dan menyelesaikannya secara kekeluargaan,” kata AF.
AF berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi pintu untuk membuka kembali komunikasi dengan Erwansyah. Ia juga meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan.
Menurut AF, perbedaan pemahaman mengenai suatu peristiwa sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah dengan tetap menghormati hak masing-masing pihak.
Ia juga menyatakan menghormati proses hukum apabila persoalan tersebut telah atau sedang ditempuh melalui jalur hukum.
“Yang saya harapkan adalah persoalan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Saya menyesalkan kejadian yang sudah terjadi dan berharap ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman. Mari kita duduk bersama, saling menghargai dan mencari jalan terbaik,” pungkas AF.
Klarifikasi AF tersebut merupakan penjelasan dari pihak yang bersangkutan mengenai versi dan pandangannya terhadap peristiwa pada 17 Agustus 2026.
Sementara itu, untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, keterangan dari Erwansyah maupun pihak terkait lainnya tetap diperlukan agar kronologi dan duduk perkara dapat diketahui secara lebih utuh.
Berswarafakta.com
Endarsyah






