JAKARTA, berswarafakta.com – CEO (HEY), SR, menjelaskan alasan penggunaan nama “Habibie” pada lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Menurutnya, nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan sekaligus sumber inspirasi dari Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam keterangannya, Sabtu (30/5), Sri Rejeki mengatakan kekagumannya terhadap B.J. Habibie telah tumbuh sejak masa sekolah.
“Sejak SMP saya mengagumi beliau. Banyak lembaga dan perusahaan menggunakan nama Habibie karena beliau merupakan tokoh besar yang memiliki kontribusi bagi pembangunan bangsa, termasuk di Batam,” ujarnya.
SR menuturkan, keterlibatannya sebagai pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia turut memberinya kesempatan berinteraksi dalam lingkungan organisasi yang juga melibatkan Ilham Akbar Habibie, putra sulung B.J. Habibie.
Menurut dia, pengalaman tersebut semakin memperkuat penghormatannya terhadap sosok B.J. Habibie serta gagasan-gagasannya di bidang teknologi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia mengatakan pendirian HEY dilatar belakangi keinginan untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan generasi muda di indonesia.
“Kami ingin mengambil inspirasi dari semangat dan pemikiran Bapak B.J. Habibie, khususnya dalam bidang pendidikan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia,” katanya.
SR menegaskan bahwa HEY merupakan lembaga pendidikan yang menjalankan program-programnya secara mandiri dengan fokus pada pengembangan kompetensi dan keterampilan peserta didik.
Melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan, HEY menargetkan peningkatan kapasitas generasi muda agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri saat ini.
demikian jurnalis berswarafakta melaporkan klarifikasi prihal pemberitaan tersebut kepada pihak CEO HEY Sehingga berita ini diturunkan pabila terdapat kekeliruan pihak dari pemberitaan untuk komfermasi langsung ke jurnalis atau pimpinan redaksi berswarafakta.
(Ir.Martin Sembiring.ST.MT)






