Listrik Se-Sumatera Padam, Pakar Soroti Kelemahan Predictive Maintenance PLN

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BerswaraFakta.com – Sebagian besar wilayah Pulau Sumatera mengalami pemadaman listrik massal (blackout) pada Sabtu (23/5/2026) sejak pukul 18.44 WIB. Gangguan ini melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah daerah seperti Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh.

Di tengah proses pemulihan sistem kelistrikan oleh PT PLN (Persero), kalangan akademisi menilai insiden tersebut menjadi alarm serius terhadap ketahanan jaringan transmisi listrik Sumatera.

Menurut penjelasan resmi PLN, gangguan bermula akibat cuaca buruk yang menghantam jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi. Jalur ini merupakan salah satu tulang punggung sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.

Putusnya jaringan transmisi menyebabkan ketidakseimbangan pasokan dan beban listrik pada sistem. Untuk mencegah kerusakan lebih besar pada turbin dan generator, sistem proteksi otomatis pembangkit bekerja dengan mematikan unit-unit pembangkit secara bertahap.
Kondisi tersebut memicu efek domino hingga menyebabkan padamnya sistem kelistrikan di sebagian besar wilayah Sumatera.

Pakar Soroti Celah Predictive Maintenance
Menanggapi insiden itu, pakar teknik sekaligus akademisi Politeknik Negeri Medan, Ir. Martin Sembiring, S.T., M.T., menilai blackout besar ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan jaringan transmisi PLN.

Menurut akademisi yang dikenal dengan nama pena PakJaras tersebut, pengelolaan infrastruktur “jalan tol listrik” idealnya dilakukan melalui empat tahapan pemeliharaan berlapis, yakni:
Preventive Maintenance (PM) atau pemeliharaan pencegahan berkala.
Diagnostic Maintenance (DM) untuk mendeteksi kondisi abnormal peralatan.

Predictive Maintenance (PrM) berbasis analisis data dan prediksi kerusakan.
Corrective Maintenance (CM) berupa perbaikan setelah gangguan terjadi.
Martin menilai indikasi gangguan besar akibat cuaca ekstrem menunjukkan adanya celah pada tahapan Predictive Maintenance.

“Rentetan gangguan ini menunjukkan ada yang luput pada tahap Predictive Maintenance,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem PrM yang berjalan optimal seharusnya mampu membaca tren kerentanan jaringan terhadap cuaca ekstrem, mendeteksi potensi gangguan lebih awal, serta melakukan mitigasi sebelum kerusakan fisik terjadi.

Dalam praktik modern, Predictive Maintenance dilakukan melalui sensor real-time, pemantauan suhu konduktor, analisis beban jaringan, hingga prediksi cuaca ekstrem berbasis data.

Namun demikian, penyebab teknis final blackout masih menunggu hasil investigasi resmi PLN dan Kementerian ESDM.
Tantangan Pemulihan Sistem
PLN menyatakan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap. Hasil asesmen awal menunjukkan tidak terdapat kerusakan permanen seperti menara transmisi roboh.

Sekitar dua jam setelah kejadian, jaringan transmisi utama dan sejumlah gardu induk disebut telah kembali bertegangan.
Meski demikian, tantangan terbesar berada pada proses menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.

Berbeda dengan PLTA atau PLTG yang dapat kembali beroperasi dalam waktu relatif singkat, PLTU membutuhkan proses pemanasan boiler dan pembentukan tekanan uap yang memakan waktu 15–20 jam sebelum sinkronisasi ke sistem dilakukan.

Tahapan tersebut dikenal dalam sistem ketenagalistrikan sebagai proses black start dan load pickup bertahap untuk menjaga kestabilan frekuensi jaringan.

Hingga Sabtu malam, tim teknis PLN masih bekerja 24 jam nonstop untuk menormalkan sistem kelistrikan Sumatera. Koordinasi dengan Kementerian ESDM dan pemerintah daerah juga terus dilakukan guna mempercepat pemulihan layanan kepada masyarakat.

Masyarakat kini menanti evaluasi menyeluruh terhadap sistem ketahanan jaringan listrik Sumatera agar peristiwa blackout berskala besar tidak kembali terulang.

 

Ir.Martin Sembiring ST.MT

Berita Terkait

Warga Simpang Kalang Sari Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Peredaran Narkoba
Menimba Ilmu di Balik Jeruji, WBP Lapas Labuhan Ruku Antusias Ikuti UAS Kesetaraan
ASPRUMNAS: Krisis Material Konstruksi Ancam Target 350 Ribu Rumah Tahun 2026, Desak Pemprovsu dan Otoritas Pelabuhan Bertindak Tegas
Diduga Terjadi Penyerbuan di PT Belawan Indah, Puluhan Karyawan Dilaporkan Terluka
Diduga Galian C Ilegal di Pematang Seleng Resahkan Warga, Debu dan Jalan Rusak Dikeluhkan
Jerat Liberalisme Pekerja di Bawah KSO: Ketika Kontrak “Batal Demi Hukum” Dipersoalkan
Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Komitmen Pelayanan Hukum di Batu Bara
FPBB Gelar Unjuk Rasa, Desak Kejari Batu Bara Usut Dugaan Kejanggalan Proyek Box Culvert dan Turap Timbun
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:50 WIB

Warga Simpang Kalang Sari Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Peredaran Narkoba

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:37 WIB

Menimba Ilmu di Balik Jeruji, WBP Lapas Labuhan Ruku Antusias Ikuti UAS Kesetaraan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:20 WIB

Diduga Terjadi Penyerbuan di PT Belawan Indah, Puluhan Karyawan Dilaporkan Terluka

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:22 WIB

Diduga Galian C Ilegal di Pematang Seleng Resahkan Warga, Debu dan Jalan Rusak Dikeluhkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:32 WIB

Jerat Liberalisme Pekerja di Bawah KSO: Ketika Kontrak “Batal Demi Hukum” Dipersoalkan

Berita Terbaru