Narasi Liberalisme di Kampus Pancasila Disorot, Pidato Anies di UGM Dinilai Bermuatan Ideologi Hibrida

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidato di Universitas Gadjah Mada memicu kritik terkait dugaan masuknya narasi liberalisme dalam bingkai nilai Pancasila dan pendidikan tinggi.

Pidato di Universitas Gadjah Mada memicu kritik terkait dugaan masuknya narasi liberalisme dalam bingkai nilai Pancasila dan pendidikan tinggi.

Yogyakarta, BerswaraFakta.com – Identitas Universitas Gadjah Mada sebagai “Kampus Pancasila” kembali menjadi sorotan publik setelah pidato Anies Baswedan dalam acara wisuda UGM, 20 Mei 2026, menuai kritik dari sejumlah kalangan akademisi dan pengamat ideologi kebangsaan. Kamis,21/05/2026.

Pidato yang mengangkat tema idealisme, integritas, dan ajakan “turun tangan” itu dinilai sebagian pihak tidak sepenuhnya mencerminkan semangat ekonomi kerakyatan dan kolektivisme Pancasila. Sebaliknya, pidato tersebut disebut membawa narasi “liberalisme berbaju Pancasila” yang dinilai berpotensi menggeser orientasi ideologi mahasiswa dari perjuangan kolektif menuju individualisme.

Pengamat sosial-politik Martin Sembiring menilai terdapat pola narasi hibrida dalam pidato tersebut. Menurutnya, pesan moral yang disampaikan memang terdengar Pancasilais, namun secara substansi mengarah pada logika liberal yang menitikberatkan pada ketangguhan individu dalam menghadapi persoalan bangsa.

“Masalah struktural seperti lapangan kerja sempit, lemahnya ekonomi nasional, hingga dampak pasar bebas tidak bisa hanya dibebankan kepada individu dengan narasi ketahanan pribadi,” ujar Martin dalam keterangannya.

Ia menilai konsep “turun tangan” yang digaungkan berpotensi berhenti pada aksi sosial sukarela tanpa menyentuh akar ketimpangan sistemik. Padahal, menurutnya, Pancasila—khususnya sila kelima—menekankan pentingnya keadilan sosial melalui ekonomi gotong royong dan keberpihakan negara kepada rakyat.

Kritik tersebut juga menyoroti kecenderungan narasi meritokrasi dan profesionalisme global yang dinilai perlahan menggeser kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya perjuangan ideologis dan kedaulatan nasional.

“Mahasiswa jangan hanya diarahkan menjadi individu sukses dalam sistem yang timpang, tetapi juga harus dididik untuk membongkar struktur ketidakadilan demi kepentingan rakyat,” tambahnya.

Wacana ini memunculkan perdebatan di kalangan akademisi mengenai arah pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya peran kampus dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi dan liberalisasi ekonomi.

Sebagai kampus yang selama ini dikenal membawa semangat kerakyatan dan perjuangan nasional, UGM dinilai perlu memperkuat kembali posisi ideologisnya agar tidak menjadi ruang masuknya nilai-nilai individualisme yang dianggap bertentangan dengan semangat gotong royong bangsa.

Referensi Pemikiran

Beberapa literatur yang menjadi rujukan dalam kritik tersebut antara lain Ekonomi Pancasila: Gagasan dan Kemungkinan, Negara Kebangsaan Pancasila: Kultural, Historis, Filosofis, Yuridis, dan Aktualisasinya, Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, serta The End of History and the Last Man yang membahas perkembangan liberalisme modern dan pengaruhnya terhadap negara berkembang.

Ir. Martin Sembiring,ST.MT

Berita Terkait

Pengukuhan ORPOL dan MUSKERCAB DPC PKB se-Provinsi Lampung, Perkuat Konsolidasi dan Pengabdian kepada Masyarakat
RUPAWAN Hadirkan Ruang Diskusi Pemuda Pesawaran, Angkat Semangat Kepedulian Generasi Muda
Kasek SMA Negeri 1 Air Putih Kecewa Pemberitaan di Media Sosial, Minta Informasi Diverifikasi
M. Nasir Sampaikan Ucapan HUT ke-25 Partai Demokrat, Dorong Semangat Perkuat Demokrasi
M.Nasir.S.I.Kom.MM.,Wakil & Ketua DPRD Rico Bersama Bupati Nanda Indira Teken Perubahan APBD Pesawaran 2026
Bupati Batu Bara Dorong Siswa Tingkatkan Kompetensi melalui Batu Bara Science Olympiad 2026
Diduga Nama Eva Stevany Rataba Muncul dalam Data Sosial, GNTP Desak Pemerintah Buka Proses Verifikasi
Bupati Batu Bara Hadiri Rakor Awal GTRA Sumut Tahun 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Pengukuhan ORPOL dan MUSKERCAB DPC PKB se-Provinsi Lampung, Perkuat Konsolidasi dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sabtu, 12 September 2026 - 00:36 WIB

RUPAWAN Hadirkan Ruang Diskusi Pemuda Pesawaran, Angkat Semangat Kepedulian Generasi Muda

Sabtu, 12 September 2026 - 00:20 WIB

Kasek SMA Negeri 1 Air Putih Kecewa Pemberitaan di Media Sosial, Minta Informasi Diverifikasi

Jumat, 11 September 2026 - 07:39 WIB

M. Nasir Sampaikan Ucapan HUT ke-25 Partai Demokrat, Dorong Semangat Perkuat Demokrasi

Senin, 7 September 2026 - 20:04 WIB

M.Nasir.S.I.Kom.MM.,Wakil & Ketua DPRD Rico Bersama Bupati Nanda Indira Teken Perubahan APBD Pesawaran 2026

Berita Terbaru

Politik & pemerintahan

Wabup Batu Bara Hadiri Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap KUPA-PPAS

Senin, 14 Sep 2026 - 22:19 WIB