RDP DPRD Batu Bara Bahas Parit Batas PTPN IV Tanah Itam Ulu, Warga Keluhkan Erosi dan Penyusutan Lahan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Batu Bara bersama perwakilan masyarakat dan pihak PTPN IV Kebun Tanah Itam Ulu terkait keluhan parit batas yang berdampak pada lahan warga.

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Batu Bara bersama perwakilan masyarakat dan pihak PTPN IV Kebun Tanah Itam Ulu terkait keluhan parit batas yang berdampak pada lahan warga.

Batu Bara,BerswaraFakta.com

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas persoalan parit batas yang dibuat oleh pihak PTPN IV Kebun Tanah Itam Ulu, Selasa (7/4/2026), di ruang rapat DPRD Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh.

RDP tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Lima Puluh, yang merasa dirugikan akibat pembangunan parit batas perkebunan yang berdampak pada penyusutan luas lahan milik warga.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I, H. Darius, SH, MH, didampingi Wakil Ketua Komisi I, Drs. Bonar Manik, serta dihadiri anggota komisi lainnya yakni Muhammad Safii, H. Syaiful Bakhri, Suminah, Sudarman, dan Makdalena Sianipar, SE.

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa keberadaan parit batas yang dibuat oleh pihak perkebunan diduga menyebabkan erosi tanah, terutama saat musim hujan. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan dari segi luas lahan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga serta merusak lingkungan sekitar.

Komisi I DPRD Batu Bara menegaskan bahwa RDP ini bertujuan mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan investasi di sektor perkebunan.

Rapat berlangsung dalam suasana kondusif dengan sesi tanya jawab antara pihak DPRD, masyarakat, dan perwakilan perusahaan. Diharapkan, melalui dialog ini dapat tercipta sinergi yang harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, demi menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

(Jumaidi)

Berita Terkait

TAGANA Dinsos Batu Bara Lakukan Asesmen Cepat Dampak Banjir di Desa Sukarejo
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Pastikan Pemulihan Balita Korban Luka Bakar Berjalan Optimal
Polres Nagan Raya Salurkan Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Heboh Temuan Struktur Batu di Danawarih, Diduga Punden Berundak Kuno
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Lampung Timur Lepas Distribusi Air Bersih untuk Warga Sukadana
Hadiri HUT ke-72 PRSB, Bupati Baharuddin Ajak Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
BPN Kabupaten Pesawaran Siap Proses Sertifikat Tanah Tanjung Kemala
Masyarakat Tanjung Kemala Siap Gelar Aksi Damai di BPN Pesawaran, Tuntut Kepastian Hak Tanah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:55 WIB

TAGANA Dinsos Batu Bara Lakukan Asesmen Cepat Dampak Banjir di Desa Sukarejo

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:18 WIB

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Pastikan Pemulihan Balita Korban Luka Bakar Berjalan Optimal

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:28 WIB

Polres Nagan Raya Salurkan Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:41 WIB

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Lampung Timur Lepas Distribusi Air Bersih untuk Warga Sukadana

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:31 WIB

Hadiri HUT ke-72 PRSB, Bupati Baharuddin Ajak Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

Berita Terbaru