Batu Bara, Berswara Fakta.Com
Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya disiplin, integritas, dan etos kerja dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (4/5/2026).
Apel gabungan ini diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Batu Bara.

Dalam arahannya, Bupati Baharuddin mengingatkan seluruh ASN agar senantiasa menjaga kedisiplinan dan tidak bermalas-malasan dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa profesionalisme dan etos kerja tinggi menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal.
“Seluruh ASN harus siap bekerja maksimal. Jangan bermalas-malasan, apalagi hanya menghabiskan waktu tanpa produktivitas,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, khususnya di sekolah dan kawasan perkotaan. Ia meminta para kepala sekolah, lurah, dan camat untuk aktif menciptakan lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Baharuddin mengimbau agar seluruh ASN senantiasa berbuat baik dan menjauhi niat buruk dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa profesi ASN merupakan amanah yang mulia dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, integritas, dan loyalitas dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, setiap tindakan ASN mencerminkan wajah institusi dan negara, sehingga harus dilandasi etika, disiplin, serta komitmen tinggi terhadap pelayanan publik.
“ASN harus solid dalam kebersamaan, kuat dalam integritas, dan teguh dalam loyalitas kepada bangsa dan konstitusi,” ujarnya.
Menutup arahannya, Bupati Baharuddin berpesan agar seluruh ASN terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kepercayaan masyarakat, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai integritas sebagai abdi negara.
(Ferdinand Nainggolan)






