MEDAN, BerswaraFakta.com-Upaya mencegah kebocoran anggaran dan kerusakan infrastruktur jangka panjang, PT PND memperketat standar mutu pembangunan jalan lingkungan dan paving block di kawasan Kota Bekala Mandiri. Perusahaan bersama ahli dan praktisi konstruksi sepakat menolak serah terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) apabila tidak memenuhi standar SNI.
Langkah tersebut mengemuka dalam diskusi teknis yang digelar di kawasan perumahan Kota Bekala Mandiri, Medan, pada Selasa, 19 Mei 2026, yang turut dihadiri pengembang, pakar, serta pelaku industri konstruksi.
Dorongan Penguatan Standar Kualitas Infrastruktur
Dalam forum tersebut, Ir. Martin Sembiring, S.T., M.T., ahli utilitas sekaligus pengamat kebijakan publik, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas material infrastruktur dasar, khususnya jalan lingkungan perumahan.
Ia menyoroti praktik penurunan spesifikasi material yang dinilai dapat berdampak pada kerusakan dini dan pemborosan anggaran.
“Memasukkan material di bawah standar di Kota Bekala Mandiri sama saja membiarkan kebocoran fiskal terselubung. Kerugiannya bukan hanya di awal, tetapi juga biaya perawatan yang membengkak akibat kerusakan dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalan lingkungan wajib memenuhi standar mutu minimal K-250 atau 20 MPa sesuai SNI 03-0691-1996, sementara mutu di bawahnya tidak layak untuk beban kendaraan.
Pengembang Dorong Sistem Pencegahan dari Hulu
Direktur Operasional PT PND, Prima Ramadhian Mulia, menyampaikan bahwa pengendalian mutu tidak dapat hanya dilakukan di tahap akhir proyek, melainkan harus dimulai dari proses awal pemilihan vendor.
Menurutnya, setiap material yang masuk ke proyek harus melalui proses verifikasi ketat dan memiliki sertifikasi mutu yang sah.
“Kerusakan jalan akibat ambles atau retak dini jauh lebih mahal dampaknya bagi ekosistem perumahan. Karena itu kami mendorong standardisasi preventif di hulu melalui prakualifikasi vendor,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemitraan dengan penyedia jasa harus berbasis integritas mutu, bukan sekadar efisiensi biaya.
Uji Petik Lapangan Jadi Pengawasan Kunci
Praktisi industri, Konti Sembiring, menyoroti bahwa kualitas paving block tidak bisa dinilai hanya dari tampilan fisik.
Menurutnya, banyak produk terlihat rapi di permukaan namun rapuh secara struktur akibat komposisi material yang tidak sesuai atau proses pemadatan yang buruk.
Ia mendorong penerapan uji petik lapangan secara rutin oleh lembaga independen terakreditasi KAN.
Pengujian tersebut meliputi:
- Uji kuat tekan untuk memastikan daya tahan terhadap beban kendaraan berat
- Uji penyerapan air untuk menilai ketahanan terhadap cuaca dan kelembaban
- Uji geometris untuk memastikan sistem penguncian antar paving tetap stabil
Sepakat Tolak Serah Terima Aset di Bawah Standar
Diskusi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama bahwa setiap aset PSU di kawasan Kota Bekala Mandiri tidak akan diterima apabila ditemukan tidak memenuhi standar mutu SNI.
Langkah ini diharapkan menjadi preseden baru dalam pembangunan kawasan permukiman, sekaligus memastikan investasi infrastruktur memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan pengawasan ketat dan komitmen mutu dari hulu hingga hilir, PT PND dan para mitra pengembang berharap kualitas infrastruktur dapat lebih tahan lama, aman, dan efisien dalam penggunaan anggaran.
Ir.Martin Sembiring.ST.MT






