JAKARTA, Berswarafakta.com Kamar Dagang dan Industri Serbia mengundang Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) beserta delegasi pelaku usaha Indonesia untuk melakukan kunjungan kerja ke Serbia dalam waktu dekat.Sabtu,20 Juni 2026.
Undangan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani Presiden Kamar Dagang dan Industri Serbia, Marko Čadež. Surat itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan koordinasi dengan Anton Brečič pada 5 Juni 2026 terkait persiapan kunjungan delegasi bisnis Indonesia ke Serbia.
Berdasarkan informasi yang disampaikan GPEI, kunjungan tersebut direncanakan mencakup penyelenggaraan Forum Bisnis Indonesia–Serbia, pertemuan business-to-business (B2B), serta penjajakan peluang kerja sama perdagangan dan investasi antara pelaku usaha kedua negara.
Dalam surat undangan yang dikutip GPEI, Marko Čadež menyatakan keyakinannya bahwa kunjungan delegasi Indonesia akan memberikan kontribusi positif terhadap penguatan hubungan ekonomi Serbia dan Indonesia serta membuka peluang baru bagi komunitas bisnis di kedua negara.
Ketua Umum GPEI mengajak anggota organisasi maupun eksportir nasional untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna memperluas akses pasar ke kawasan Balkan dan Eropa Timur.
“Serbia dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan pasar Indonesia di kawasan Balkan dan Eropa. Melalui forum bisnis dan pertemuan B2B yang difasilitasi oleh Kamar Dagang Serbia, pelaku usaha Indonesia berpeluang membangun kemitraan dagang, investasi, distribusi, maupun kerja sama industri,” ujarnya.
Menurut GPEI, penguatan jejaring perdagangan internasional diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk nasional, memperluas pasar ekspor, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
GPEI mengimbau pelaku usaha yang berminat mengikuti delegasi bisnis tersebut untuk menyampaikan konfirmasi partisipasi kepada Sekretariat GPEI guna mendukung persiapan dan koordinasi agenda kunjungan.
Kamar Dagang dan Industri Serbia merupakan lembaga ekonomi nasional Serbia yang berdiri pada 1857 dan berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, serta kerja sama perdagangan internasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum diumumkan jadwal pelaksanaan kunjungan maupun jumlah pelaku usaha Indonesia yang akan bergabung dalam delegasi tersebut.
(Ir.Martin Sembiring.ST.MT)






