Medan, BerswaraFakta.com – Ratusan massa dari Partai Buruh bersama berbagai elemen seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Petani Indonesia (SPI), komunitas ojek online, nelayan, mahasiswa, dan masyarakat menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026).

Aksi yang dimulai dari kawasan Istana Maimun dan berakhir di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) ini berlangsung tertib dan kondusif. Massa menyuarakan sejumlah tuntutan nasional dan daerah, dengan fokus utama pada perlindungan hak-hak buruh.
Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, SH, didampingi Sekretaris Ijon Hamonangan Tuah Purba, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan kolektif lintas sektor.
“Kami membawa tuntutan nasional dan daerah, mulai dari revisi undang-undang ketenagakerjaan hingga perlindungan buruh di Sumatera Utara,” ujarnya kepada wartawan.
Tuntutan Nasional: Tolak Outsourcing dan Upah Murah
Dalam orasinya, massa mendesak Presiden dan DPR RI untuk segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru yang berpihak kepada buruh. Selain itu, mereka juga menolak sistem kerja outsourcing dan praktik upah murah yang dinilai merugikan pekerja.

Tuntutan Daerah: Perumahan Hingga Reforma Agraria
Sementara di tingkat daerah, massa menyampaikan lima tuntutan utama kepada Gubernur Sumut, Bobby Nasution, di antaranya:
- Penyediaan perumahan layak huni dan terjangkau bagi buruh
- Penolakan PHK massal, khususnya terhadap buruh TPL
- Penyelesaian berbagai kasus ketenagakerjaan di Sumut
- Pelaksanaan reforma agraria bagi buruh dan petani
- Penanganan serius terhadap korban banjir di Kabupaten Langkat
Aksi Berjalan Damai, Polisi Diapresiasi
Aksi berlangsung damai dengan pengamanan yang dinilai humanis oleh massa. Sebagai bentuk apresiasi, para demonstran memberikan bunga secara simbolis kepada polisi wanita (Polwan) yang bertugas.
Momen tersebut menjadi simbol hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Dialog dengan Pemprov, Massa Siap Aksi Lanjutan
Sebanyak 10 perwakilan massa diterima oleh pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk berdialog langsung. Namun, massa menegaskan akan kembali turun ke jalan pada Senin (4/5/2026) jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.
(Selamet/Team)






