MENAGIH MARTABAT, MELAWAN LIBERALISME DARI DESA

Senin, 18 Mei 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini ini membahas gagasan kedaulatan ekonomi berbasis desa sebagai respons terhadap liberalisme ekonomi global, dengan menekankan pentingnya koperasi, nilai Pancasila, dan kemandirian ekonomi rakyat untuk menjaga martabat bangsa Indonesia.

Opini ini membahas gagasan kedaulatan ekonomi berbasis desa sebagai respons terhadap liberalisme ekonomi global, dengan menekankan pentingnya koperasi, nilai Pancasila, dan kemandirian ekonomi rakyat untuk menjaga martabat bangsa Indonesia.

Jakarta,BerswaraFakta.com-Presiden RI Prabowo Subianto dalam sejumlah pernyataannya menyoroti bahwa kapitalisme modern kerap bertransformasi menjadi liberalisme ekonomi yang berjalan tanpa batas moral, namun tetap menyisakan pola relasi eksploitatif sebagaimana masa kolonial. Senin,18/05/2026.

Pernyataan reflektif bahwa nenek moyang bangsa Indonesia pernah diperlakukan “lebih rendah dari anjing” bukan semata ungkapan historis, melainkan peringatan moral agar generasi kini tidak melupakan akar penderitaan bangsa yang menjadi fondasi lahirnya kemerdekaan.


Kehilangan Martabat Ekonomi

Di tengah arus globalisasi, tantangan terbesar bangsa Indonesia adalah risiko hilangnya “martabat ekonomi” apabila pembangunan tidak diarahkan pada kemandirian nasional.

Dalam kerangka ini, liberalisme ekonomi yang tidak terkendali dinilai berpotensi menjadikan rakyat sekadar objek pasar. Kekayaan alam yang melimpah dapat terus mengalir keluar, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

Gagasan kemandirian ekonomi yang pernah diperjuangkan oleh Soekarno melalui konsep marhaenisme, serta pemikiran koperasi oleh Mohammad Hatta, kembali relevan dalam konteks hari ini.


Modernitas Dimulai dari Desa

Transformasi ekonomi nasional dinilai tidak boleh hanya bertumpu pada pusat kota. Desa harus menjadi titik awal modernitas baru Indonesia.

Penguatan koperasi melalui inisiatif seperti Koperasi Merah Putih dipandang sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan dukungan sistem digital dan tata kelola modern, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang berbasis gotong royong.

Model ini sekaligus menjadi antitesis terhadap ketimpangan ekonomi yang kerap muncul dalam sistem ekonomi berbasis pasar bebas.


Menegakkan Otoritas Pancasila

Dalam konteks kebijakan negara, seluruh regulasi dan tindakan pejabat publik diharapkan tetap berada dalam koridor nilai-nilai Pancasila.

Konsep “audit ideologi” yang diusulkan dalam diskursus ini dimaknai sebagai upaya memastikan bahwa setiap kebijakan tidak bertentangan dengan prinsip keadilan sosial dan kedaulatan rakyat.

Dengan demikian, pejabat publik tidak hanya berperan sebagai administrator negara, tetapi juga sebagai penjaga arah ideologis pembangunan nasional.


Penutup

Perdebatan mengenai arah ekonomi nasional pada dasarnya kembali pada pertanyaan mendasar: apakah pembangunan berpihak pada rakyat sebagai subjek utama, atau justru menyerahkan ruang hidup bangsa pada mekanisme pasar global yang tak terbatas.

Desa, koperasi, dan Pancasila menjadi tiga poros penting dalam merumuskan kembali martabat ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Oleh: Khairul Mahalli
( Ir.Martin Sembiring.ST.MT)

Berita Terkait

Bukan Soal Menang Debat, Tapi Soal Damai, Martin Sembiring Ajak Masyarakat Utamakan Perdamaian
Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
PKB Pesawaran Gelar Pasar Murah di Desa Karang Anyar Tiyuh Kesugihan
Wakil Bupati Batu Bara Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah dan Transformasi BUMD
AUDENSI KETUA DPW DAN DPD PEKAT IB DENGAN KETUA DPRD PESAWARAN, BAHAS SINERGI PEMBANGUNAN DAN ASPIRASI MASYARAKAT
Menjemput Bola untuk Ekspor UMKM
Sinergi Lembaga Negara dan Media Massa Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Bukan Soal Menang Debat, Tapi Soal Damai, Martin Sembiring Ajak Masyarakat Utamakan Perdamaian

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:22 WIB

Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:09 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:10 WIB

PKB Pesawaran Gelar Pasar Murah di Desa Karang Anyar Tiyuh Kesugihan

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:42 WIB

Wakil Bupati Batu Bara Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah dan Transformasi BUMD

Berita Terbaru