JAKARTA,berswarafakta.com-Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan mengumumkan layanan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) akan mengalami penghentian sementara (downtime) selama sekitar enam jam pada akhir pekan ini.
Penghentian layanan dilakukan dalam rangka pelaksanaan preventive maintenance pada infrastruktur pusat data (Data Center) SINSW guna menjaga stabilitas dan keandalan sistem.
Berdasarkan pengumuman resmi LNSW, pemeliharaan dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu (6/6/2026) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (7/6/2026) pukul 03.00 WIB.
“Pemeliharaan dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi infrastruktur agar layanan SINSW dapat berjalan lebih stabil dan andal,” demikian disampaikan LNSW dalam keterangannya.
SINSW merupakan sistem yang digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku ekspor-impor, perusahaan logistik, serta kementerian dan lembaga terkait dalam proses layanan kepabeanan dan perizinan.
Sorotan terhadap Pola Pemeliharaan
Di sisi lain, rencana penghentian layanan tersebut mendapat perhatian dari pengamat keandalan sistem, Martin Sembiring. Menurutnya, sistem digital berskala nasional perlu mulai mengadopsi pendekatan pemeliharaan yang lebih modern untuk meminimalkan gangguan terhadap pengguna.
Ia menilai pola preventive maintenance berbasis jadwal yang masih mengharuskan penghentian layanan secara menyeluruh perlu dievaluasi dan secara bertahap beralih ke model predictive maintenance.
“Untuk infrastruktur digital strategis, pemeliharaan idealnya dilakukan secara prediktif dengan memanfaatkan pemantauan kondisi sistem secara real-time, sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih awal tanpa harus menghentikan layanan secara luas,” ujarnya.
Menurut Martin, penerapan predictive maintenance memungkinkan identifikasi dini terhadap anomali maupun penurunan performa perangkat sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan sebelum terjadi gangguan yang lebih besar.
Imbauan bagi Pengguna
Sehubungan dengan pelaksanaan pemeliharaan tersebut, LNSW mengimbau seluruh pengguna layanan untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi.
Pertama, pengguna disarankan menyelesaikan transaksi yang berkaitan dengan layanan INSW sebelum jadwal pemeliharaan dimulai atau setelah sistem kembali beroperasi normal.
Kedua, pelaku usaha dan instansi terkait diminta mengantisipasi kemungkinan perlambatan atau gangguan layanan selama periode pemeliharaan berlangsung.
Ketiga, pengguna dianjurkan melakukan pengujian mandiri (self-testing) setelah layanan kembali aktif guna memastikan seluruh proses bisnis berjalan normal.
LNSW juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pemeliharaan berlangsung. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kualitas dan keandalan layanan SINSW dapat terus ditingkatkan.
(Ir.Martin Sembiring.ST.MT)






