RKP Ajak Bangsa Kembali ke Nilai Pancasila dan Perkuat Ekonomi Marhaen di Tengah Krisis Global 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Webinar Rumah Kebangsaan Pancasila (RKP) membahas penguatan nilai Pancasila dan ekonomi Marhaen sebagai solusi menghadapi krisis global, Senin (4/5/2026).

Webinar Rumah Kebangsaan Pancasila (RKP) membahas penguatan nilai Pancasila dan ekonomi Marhaen sebagai solusi menghadapi krisis global, Senin (4/5/2026).

JAKARTA, Berswara Fakta.Com – Di tengah kondisi global tahun 2026 yang semakin tidak menentu, Rumah Kebangsaan Pancasila (RKP) mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada nilai dasar Pancasila sebagai fondasi menghadapi krisis. Ajakan ini disampaikan dalam Webinar Episode 157 bertema “Kembali ke Akar: Meneguhkan Nilai Bangsa di Tengah Krisis Global” yang digelar pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Sekjen PPIP, Martin Sembiring, sebagai pembicara utama. Webinar ini juga menegaskan visi pendiri RKP, Irwan Hasanuddin, yang sejak awal membangun RKP sebagai ruang konsolidasi nilai kebangsaan agar Pancasila tidak sekadar menjadi simbol, tetapi hadir sebagai ideologi kerja yang hidup di tengah masyarakat.

Irwan Hasanuddin dalam pengantar menekankan bahwa Pancasila lahir dari pergulatan panjang bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme dan feodalisme. Sejak dirumuskan pada 1 Juni 1945, Pancasila menjadi jawaban atas tantangan besar dalam mempersatukan keberagaman tanpa mengorbankan keadilan.

“Pancasila harus kembali menjadi alat ukur dalam kebijakan negara, etika ekonomi, dan perilaku sosial. Bukan sekadar wacana, tetapi praktik nyata yang berpihak kepada rakyat kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Martin Sembiring menyoroti kondisi global yang ia ibaratkan sebagai “sarang penyamun”, di mana kekuatan ekonomi dunia cenderung hanya mengejar keuntungan sendiri tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil.

Ia menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai “filter” dalam setiap kebijakan negara. Menurutnya, semangat gotong royong harus kembali dihidupkan, termasuk keberanian untuk menolak sistem ekonomi yang tidak berpihak pada kelompok lemah.

Dalam paparannya, Martin juga mengangkat sejumlah isu strategis, antara lain reformasi BUMN yang dinilai masih sarat kepentingan, perlindungan buruh yang belum optimal, serta pentingnya pemberantasan korupsi sebagai kunci kemakmuran. Ia mencontohkan peningkatan kinerja PT Timah yang disebut mengalami lonjakan laba setelah praktik korupsi ditekan.

Sebagai solusi, RKP mendorong penerapan konsep ekonomi Marhaen berbasis teknologi tepat guna. Salah satu gagasan yang diangkat adalah sistem irigasi tetes untuk membantu petani meningkatkan produktivitas tanpa ketergantungan pada tengkulak. Kolaborasi antara tenaga ahli di perkotaan dan masyarakat desa dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.

RKP juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Milenial dan Gen Z diimbau untuk waspada terhadap berbagai bentuk gangguan ekonomi digital, termasuk praktik yang merugikan pelaku UMKM. Mereka didorong untuk menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya alam nasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh rakyat Indonesia.

Melalui penguatan nilai Pancasila dan sinergi lintas generasi, RKP optimistis Indonesia mampu menghadapi tekanan global dan tetap berdiri sebagai bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.


(Martin Sembiring)

Berita Terkait

MENGGUGAT TRAGEDI 2 MEI: KEPALA DAERAH ADALAH PAMONG, BUKAN PEMUTUS NASIB RAKYAT
Geger Hardiknas 2026, 6 ASN Deli Serdang Dipecat di Hadapan Peserta Upacara
Bupati Nagan Raya: Momentum Hardiknas ke-80 untuk Merefleksikan Cita-cita Ki Hajar Dewantara
Hari Pers Sedunia 2026: BerswaraFakta.com Sampaikan Ucapan dan Tegaskan Komitmen Jurnalisme Berkualitas
Hardiknas 2026 Jadi Sorotan, Pemerhati Nilai Seremoni Belum Sentuh Akar Masalah Pendidikan
Hardiknas 2026: Ketum IWO Indonesia Serukan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu
PRABOWONOMICS: Kedaulatan Energi dan Strategi Kawasan Memutus Ketergantungan Global
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:53 WIB

MENGGUGAT TRAGEDI 2 MEI: KEPALA DAERAH ADALAH PAMONG, BUKAN PEMUTUS NASIB RAKYAT

Senin, 4 Mei 2026 - 22:22 WIB

RKP Ajak Bangsa Kembali ke Nilai Pancasila dan Perkuat Ekonomi Marhaen di Tengah Krisis Global 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 17:14 WIB

Geger Hardiknas 2026, 6 ASN Deli Serdang Dipecat di Hadapan Peserta Upacara

Senin, 4 Mei 2026 - 16:44 WIB

Bupati Nagan Raya: Momentum Hardiknas ke-80 untuk Merefleksikan Cita-cita Ki Hajar Dewantara

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:38 WIB

Hari Pers Sedunia 2026: BerswaraFakta.com Sampaikan Ucapan dan Tegaskan Komitmen Jurnalisme Berkualitas

Berita Terbaru