Warga Keluhkan Dugaan Pencemaran Lingkungan dari Limbah Peternakan Babi dan Pabrik Mi Instan di Desa Tandem Hilir I

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang, berswaraFakta.com –
Keluhan masyarakat Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan babi dan sebuah pabrik mi instan kembali mencuat. Warga menyebut aktivitas tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada kondisi lingkungan serta sumber air di sekitar permukiman.

Menurut keterangan warga, limbah yang diduga berasal dari aktivitas peternakan dan industri tersebut dialirkan ke parit yang bermuara ke Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melintasi kawasan permukiman warga. Kondisi ini disebut berdampak pada menurunnya kualitas air yang selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah warga mengaku air parit maupun sungai mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap serta menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, sumber air dari sumur bor maupun sumur gali yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga juga dinilai tidak lagi layak digunakan secara optimal.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Hal ini dinilai menambah beban ekonomi masyarakat, mengingat sebagian besar warga berprofesi sebagai buruh dan petani.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa dugaan pencemaran tersebut telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Ia juga menyebut bahwa sebelumnya aktivitas peternakan babi di wilayah tersebut pernah dihentikan, dan kondisi air sempat mengalami perbaikan, meski belum sepenuhnya layak konsumsi.

“Beberapa tahun lalu sempat ditutup, air sumur kami sedikit membaik. Tapi kemudian aktivitas kembali berjalan dan kondisi air seperti sekarang,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah desa bersama instansi terkait, termasuk lembaga lingkungan hidup, dapat melakukan peninjauan dan investigasi terhadap dugaan pencemaran tersebut. Warga juga meminta adanya pengelolaan limbah yang sesuai ketentuan agar tidak berdampak pada kesehatan dan lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak peternakan maupun pengelola pabrik mi instan terkait dugaan yang disampaikan warga tersebut.

(Selamet/Team)

Berita Terkait

Bupati Batu Bara Pastikan Pelayanan Publik Makin Dekat Melalui Program BERLAYAR di Kecamatan Datuk Lima Puluh
Bupati Batu Bara Serahkan Insentif kepada 540 Guru Sekolah Minggu, Ajak Perkuat Pendidikan Karakter dan Perangi Narkoba
ASPRUMNAS Sumut Perkuat Organisasi dan Jajaki Investasi Asing untuk Dukung Program 3 Juta Rumah
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Timur Gelar Bakti Kesehatan untuk Anggota dan Masyarakat
Kadis Pendidikan Batu Bara Terima Aspirasi Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah
Bupati Batu Bara Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 4
Kodim 0429/Lamtim Groundbreaking Jembatan Perintis Garuda di Desa Rantau Fajar, Warga Sudah 44 Tahun Menanti Perbaikan Akses
Pastikan Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan Optimal, Bupati Batu Bara Tinjau RSUD H. OK Arya Zulkarnain
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:33 WIB

Bupati Batu Bara Pastikan Pelayanan Publik Makin Dekat Melalui Program BERLAYAR di Kecamatan Datuk Lima Puluh

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:35 WIB

Bupati Batu Bara Serahkan Insentif kepada 540 Guru Sekolah Minggu, Ajak Perkuat Pendidikan Karakter dan Perangi Narkoba

Senin, 8 Juni 2026 - 08:36 WIB

ASPRUMNAS Sumut Perkuat Organisasi dan Jajaki Investasi Asing untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:44 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Pencemaran Lingkungan dari Limbah Peternakan Babi dan Pabrik Mi Instan di Desa Tandem Hilir I

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:32 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Timur Gelar Bakti Kesehatan untuk Anggota dan Masyarakat

Berita Terbaru