Presiden, Jika Ingin Dikenang Sepanjang masa, Berantas Korupsi Tanpa Kompromi.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG. Berswarafakta.com Setiap presiden tentu ingin meninggalkan warisan yang baik bagi bangsanya. Jalan, bendungan, sekolah, hingga pertumbuhan ekonomi akan tercatat dalam sejarah. Namun, ada satu hal yang sering kali lebih menentukan daripada semua itu: keberanian memberantas korupsi. Selasa. 4 Agustus 2026.

Korupsi adalah penyakit kronis yang menggerogoti Indonesia. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan justru bocor ke kantong segelintir orang. Selama korupsi masih merajalela, pembangunan akan selalu kehilangan makna karena manfaatnya tidak dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto memiliki kesempatan untuk mengubah sejarah. Jabatan presiden bukan hanya soal memimpin pemerintahan, tetapi juga menunjukkan keberanian mengambil keputusan yang mungkin tidak populer di kalangan elite. Jika pemberantasan korupsi dilakukan tanpa pandang bulu, baik terhadap pejabat, anggota partai politik, pengusaha, maupun siapa pun yang terbukti melanggar hukum, kepercayaan rakyat akan tumbuh.

Rakyat tidak menginginkan slogan. Yang mereka harapkan adalah tindakan nyata: penegakan hukum yang adil, transparansi anggaran, penguatan lembaga penegak hukum, serta perlindungan bagi aparat yang bekerja secara profesional. Tidak boleh ada kesan bahwa hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

Sejarah akan mengingat bukan siapa yang paling banyak berbicara, melainkan siapa yang paling berani bertindak. Jika pemerintahan ini mampu membangun sistem yang membuat korupsi semakin sulit dilakukan dan memastikan setiap pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum yang adil, maka itulah warisan yang akan dikenang oleh generasi mendatang.

Pada akhirnya, rakyat akan menilai hasil, bukan janji. Kesempatan untuk mencatatkan nama dalam sejarah sebagai pemimpin yang memperkuat tata kelola pemerintahan masih terbuka. Pertanyaannya sederhana: apakah keberanian itu akan diwujudkan dalam tindakan yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan?

Indonesia membutuhkan pemerintahan yang bersih, hukum yang tegak, dan kepemimpinan yang berani. Sejarah sedang menunggu jawabannya.

(Redaksi)

Berita Terkait

Indonesia di Persimpangan: Krisis Moral, Integritas, dan Kepercayaan Rakyat
Bukan Soal Menang Debat, Tapi Soal Damai, Martin Sembiring Ajak Masyarakat Utamakan Perdamaian
Sinergi Lembaga Negara dan Media Massa Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik
Etika dan Protokol dalam Sidang Kabinet
Ketika Sejarah Menjadi Hakim Kepemimpinan: Artikel Opini Mengulas Fenomena Jokowi dalam Perspektif Pancasila
Arih Ersada: Filsafat Mediasi dari Tanah Karo yang Mendahului Zaman
Sinergitas dalam APPEKNAS: Rumah Konstruksi, Membangun Indonesia Emas
Ketahanan Ekonomi Menuntut Keberanian Berbenah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Presiden, Jika Ingin Dikenang Sepanjang masa, Berantas Korupsi Tanpa Kompromi.

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Indonesia di Persimpangan: Krisis Moral, Integritas, dan Kepercayaan Rakyat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Bukan Soal Menang Debat, Tapi Soal Damai, Martin Sembiring Ajak Masyarakat Utamakan Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 08:10 WIB

Sinergi Lembaga Negara dan Media Massa Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:34 WIB

Etika dan Protokol dalam Sidang Kabinet

Berita Terbaru