LAMPUNG. Berswarafakta.com Setiap presiden tentu ingin meninggalkan warisan yang baik bagi bangsanya. Jalan, bendungan, sekolah, hingga pertumbuhan ekonomi akan tercatat dalam sejarah. Namun, ada satu hal yang sering kali lebih menentukan daripada semua itu: keberanian memberantas korupsi. Selasa. 4 Agustus 2026.
Korupsi adalah penyakit kronis yang menggerogoti Indonesia. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan justru bocor ke kantong segelintir orang. Selama korupsi masih merajalela, pembangunan akan selalu kehilangan makna karena manfaatnya tidak dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto memiliki kesempatan untuk mengubah sejarah. Jabatan presiden bukan hanya soal memimpin pemerintahan, tetapi juga menunjukkan keberanian mengambil keputusan yang mungkin tidak populer di kalangan elite. Jika pemberantasan korupsi dilakukan tanpa pandang bulu, baik terhadap pejabat, anggota partai politik, pengusaha, maupun siapa pun yang terbukti melanggar hukum, kepercayaan rakyat akan tumbuh.
Rakyat tidak menginginkan slogan. Yang mereka harapkan adalah tindakan nyata: penegakan hukum yang adil, transparansi anggaran, penguatan lembaga penegak hukum, serta perlindungan bagi aparat yang bekerja secara profesional. Tidak boleh ada kesan bahwa hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
Sejarah akan mengingat bukan siapa yang paling banyak berbicara, melainkan siapa yang paling berani bertindak. Jika pemerintahan ini mampu membangun sistem yang membuat korupsi semakin sulit dilakukan dan memastikan setiap pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum yang adil, maka itulah warisan yang akan dikenang oleh generasi mendatang.
Pada akhirnya, rakyat akan menilai hasil, bukan janji. Kesempatan untuk mencatatkan nama dalam sejarah sebagai pemimpin yang memperkuat tata kelola pemerintahan masih terbuka. Pertanyaannya sederhana: apakah keberanian itu akan diwujudkan dalam tindakan yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan?
Indonesia membutuhkan pemerintahan yang bersih, hukum yang tegak, dan kepemimpinan yang berani. Sejarah sedang menunggu jawabannya.
(Redaksi)
