Mimpi Indah Kota Mandiri Bekala: Menenun Kedaulatan Infrastruktur di Atas Tanah Ulayat

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BerswaraFakta.com – Di tengah arus pembangunan perkotaan yang kerap mengikis identitas budaya dan keseimbangan lingkungan, gagasan Kota Mandiri Bekala hadir membawa pendekatan berbeda. Kawasan yang dirancang di wilayah Bekala ini diproyeksikan bukan sekadar pengembangan permukiman modern, melainkan konsep pembangunan berkelanjutan yang memadukan teknologi, ekologi, budaya, dan kepastian hukum. Jum at,15 Mei 2026.

Penggagas konsep tersebut, Ir. Martin Sembiring, S.T., M.T. atau yang dikenal dengan sebutan PakJaras, menilai pembangunan kota masa depan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik semata.

“Tanah bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi amanah yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Kawasan Resapan Air Strategis

Berdasarkan rencana tata ruang wilayah, kawasan Bekala disebut memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air yang menopang keseimbangan hidrologi kawasan Mebidangro yang meliputi Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo.

Karena itu, pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di kawasan tersebut dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan. Salah satu implementasinya adalah penggunaan paving block sesuai standar SNI 03-0691-1996 untuk menjaga kemampuan infiltrasi air ke dalam tanah.

Konsep tersebut dinilai penting untuk mencegah meningkatnya limpasan permukaan yang berpotensi memicu banjir di wilayah hilir.

“Pembangunan tidak boleh menjadi ancaman ekologis. Infrastruktur harus dirancang untuk bekerja bersama alam,” kata Martin.

Infrastruktur sebagai Penghubung Sosial

Selain aspek lingkungan, Kota Mandiri Bekala juga dirancang sebagai kawasan konektivitas wilayah. Infrastruktur jalan diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang menghubungkan kawasan utara-selatan serta timur-barat di sekitar Medan.

Namun, konsep konektivitas yang diusung tidak hanya berfokus pada mobilitas kendaraan. Kawasan ini juga diarahkan menjadi ruang interaksi sosial dan budaya bagi masyarakat multietnis.

Ruang publik disebut akan didesain sebagai tempat tumbuhnya kolaborasi masyarakat dengan tetap mempertahankan identitas budaya Nusantara.

Komitmen Penyerahan PSU

Dalam aspek tata kelola, pengembang disebut berkomitmen menjalankan proses penyerahan PSU sesuai ketentuan pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan fasilitas publik dapat dipelihara secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah.

Komitmen tersebut merujuk pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 09/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Menurut Martin, kepastian hukum terhadap aset infrastruktur menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Menjaga Estetika dan Identitas Lokal

Konsep Kota Mandiri Bekala juga menaruh perhatian pada aspek estetika kawasan. Penataan kabel bawah tanah serta desain bangunan yang mengadopsi unsur lokal disebut menjadi bagian dari strategi menjaga kenyamanan visual sekaligus identitas budaya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan permukiman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai humanis dan kearifan lokal.

“Modernitas tidak harus menghilangkan karakter budaya. Justru identitas lokal harus menjadi kekuatan utama pembangunan,” ujarnya.

Membangun Warisan Peradaban

Melalui konsep yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan, infrastruktur modern, dan penguatan budaya lokal, Kota Mandiri Bekala diproyeksikan menjadi model pembangunan kawasan permukiman masa depan.

Gagasan tersebut sekaligus menjadi upaya membangun keseimbangan antara kemajuan teknologi, tata ruang yang berkelanjutan, dan kepentingan masyarakat luas.

Referensi:

  1. Badan Standardisasi Nasional (BSN) – SNI 03-0691-1996 Bata Beton untuk Lantai.
  2. Permen PUPR Nomor 09/PRT/M/2012.
  3. RTRW Provinsi Sumatera Utara 2017–2037.

Sembiring, Martin. 2026. Kedaulatan Infrastruktur Permukiman: Mewujudkan Standar Teknis dalam Penyerahan PSU kepada Pemerintah.

Berita Terkait

Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batu Bara Kunjungi Kantor BBWS
Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Dusun Gariang, Excavator Disinyalir Gunakan Solar Subsidi
PLTS: Investasi Energi Hari Ini, Aset Karbon Masa Depan
Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Rajabasa Lama oleh CSR PT GGP PG4
M. Nasir, S.I.Kom., MM. Mengucapkan Dirgahayu ke-104 PSHT, Teguhkan Semangat Persaudaraan dan Pengabdian
Satgas Karhutla Mabes TNI Janji Tindak Lanjuti Kesejahteraan Warga Desa Penyangga TNWK
Monev Jalan Raya Kedondong di Way Layap, Progres Pekerjaan Capai 95 Persen
Semarak Karnaval Warga Kayumanis Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:07 WIB

Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batu Bara Kunjungi Kantor BBWS

Senin, 14 September 2026 - 13:13 WIB

Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Dusun Gariang, Excavator Disinyalir Gunakan Solar Subsidi

Sabtu, 12 September 2026 - 09:29 WIB

PLTS: Investasi Energi Hari Ini, Aset Karbon Masa Depan

Jumat, 11 September 2026 - 14:24 WIB

Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Rajabasa Lama oleh CSR PT GGP PG4

Rabu, 2 September 2026 - 21:15 WIB

M. Nasir, S.I.Kom., MM. Mengucapkan Dirgahayu ke-104 PSHT, Teguhkan Semangat Persaudaraan dan Pengabdian

Berita Terbaru